Kejurnas Atletik PPLP Resmi Berakhir

340
Kadisorda Papua bersama para atlet. (Geis Muguri /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kejuaraan Nasional  (Kejurnas), PPLP, PPLPD, SKO yang berlangsung  dari tanggal 21-24 November 2017 di Buper, Waena, resmi berakhir Jumat (24/11/2017) kemarin.

Kejurnas Atletik antar PPLP tersebut di tutup secara langsung oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, yang diwakili oleh Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua, DR. Yusuf Yambe Yabdi ST. MT.

Dalam sambutannya mewakili Gubernur , Kadisorda Papua DR. Yusuf Yambe Yabdi ST.MT mengatakan, atas nama gunerbur saya menyampaikan selamat untuk semua partisipasi dan kehadiran semua daerah dalam kejurnas PPLP, dan juga menyampaikan kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras untuk kerja sama menyukseskan penyelenggaraan kejurnas atletik ditingkat PPLP.

“Ada satu situasi yang sangat mengembirakan kami di Papua, yaitu semangat kebersamaan, seperti yang sudah saya sampaikan di acara pembukaan lalu bahwa, Negera Indonesia telah menaruh olahraga pada bingkai yang tepat, sebagai alat pemersatu bangsa, juga sebagai alat untuk membangun solidaritas nasional,” kata Yusuf Yambe Yabdi dalam acara penutupan kejurnas mewakili Gubernur, Jumat, (24/11/2017) kemarin.

Itulah yang terlihat dari wajah bapa/ibu sekalian ketika ada di tanah Papua ini. Papua merupakan wilayah paling timur di Indonesia, dengan olahraga lah maka sebagian besar dari kita bisa melihat Papua di hari ini. Inilah sebuah keagungan yang diciptakan oleh Tuhan dan dititipkan kepada negara Indonesia yang kita cintai.

“Dengan menjadi atlet tidak hanya bagaimana menjadi atlet yang tampil diiven-iven nasional maupun internasional, tetapi dengan lewat olahraga ini maka, karakter adik-adik dapat terbangun sehingga kemudian dapat menjadi generasi emas bagi Indonesia yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Kadisorda Papua bersama para atlet. (Geis Muguri /Koran Harian Pagi Papua)

Itu yang menjadi harapan kami sebagai wakil pemerintah pusat yang ada di daerah, atas nama gubernur saya menyamapaikan teruslah berlatih dengan apa yang sudah di raih, ada yang belum meraih dikesempatan ini untuk meraih juara walaupun berlatih bertahun-tahun. Saya pernah merasakan hal yang sama ketika saya menjadi atlet PPLP Papua Tahun 1987.

Dijelaskanskannya  PPLP Papua yang dibentuk Tahun 1986 dan cabang olahraga pertama adalah sepak bola saya  merupakan atlet PPLP pertama cabang sepakbola masuk pertama Tahun 1987, kemudian lulus pada tahun 1990, saya juga merasakan itu ketika  kami tidak juara PPLP di Makassar, situasi itu yang mungkin adik-adik rasakan. Cuma bedanya ini adalah cabang olahraga atletik dan kami sepakbola.

Kalau atletik ini menangisnya sendiri dan kalau sepakbol itu menangisnya pasti rame-rame, jadi seperti. Biarlah apa yang sudah dirasakan adik-adik hari ini, tetap menjadi suatu motovasi untuk terus pulang dan terus berlatih.

Muda-mudahan pada Pekan Olahraga Nasional Pelajar (POPNAS) 2019, kita bisa ketemu kembali di Papua. Karena Papua akan menjadi tuan rumah Popnas 2019, sebagian dari kita mungkin akan menjadi bagian dari atlet di PON 2020. “Saya melihat kontingen Jawa Timur mungkin nanti ada yang bisa menjadi atlet PON nanti, atau Jawa Barat, DKI bahkan NTT, atau Papua. Kita akan menjadi tuan rumah PON, kita juga akan ketemu disini, tapi cabang atletik ini akan dipertandingkan di Kabupaten Mimika dan Stadionnya nanti akan lebih bagus dari ini, karena di Timika seperti stadion madya yang ada tribun, dan lebih bagus dari stadionyang ini,” ujarnya.

Muda-mudahan dari antara kita bahkan adik-adik dan kita semua akan hadir disana untuk mensukseskan kejuaraan atletik Pekan Olahraga Nasional (PON), Tahun 2020. “Apabila ada kekurangan selama ini, atas nama pemerintah dan rakyat Papua, saya mohon maaf kalau pelayanan ada yang kurang baik, makan, atau air minum yang terlambat atau macet, saya atas nama pemerintah mohon maaf, dan ini akan menjadi evaluasi dan catatan untuk kami di kejuaraan yang akan datang seperti Popnas 2019 dan iven nasional lainnya,” urainya. (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)