DPR Papua Sesalkan Pernyataan Wapres Cederai Budaya OAP

0
6
Presiden Jokowi Bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. (istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Anggotya DPR Papua,  Emus Gwijangge merasa tidak terima dengan pernyataan Wakil Presiden beberapa waktu lalu yang menyoroti pemakaian Koteka budaya asli Orang Papua yang di anggap menggelikan jika digunakan di depan hadapan orang banyak.

 

Emmus menyebutkan Wakil Presiden Yusuf Kalla telah mencederai Budaya Adat Orang Asli Papua terhadap pengguna Koteka yang telah menjadi budaya asli  orang Papua, khususnya di wilayah Pegunungan Tengah.

“ Kami sudah dibesarkan dari budaya adat Koteka hingga turun temurun, sehingga tidak ada satupun yang mengatur. Itu identitas diri sehingga pernyataan Wapres RI sangat mencederai orang asli Papua,” Tegas  Emus Gwijangge kepada wartawan, di DPR Papua, Rabu (22/11/2017).

 

Ia menegaskan, pernyataan Wakil Presiden RI di media sosial merupakan penghinaan besar untuk pancasila dan suku-suku di seluruh Indonesia, khususnya suku Orang Asli Papua. “Kami minta Wapres mengklarifikasi pernyataannya di Medsos dan meminta maaf kepada rakyat Papua,” ujarnya.

untuk itu Jika pernyataannya itu tidak ada permintaan maaf maka ia mengajak kepada seluruh para kepala suku dan seluruh masyarakat di Pegunungan Tengah, untuk menanggapi serius atas pernyataan yang disampaikan Wakil Presiden. “Bila perlu kita harus melakukan gugatan hukum,” tukasnya.

Di tegasknya kembali bahwa  pihaknya selaku anggota DPR Papua akan memasang badan untuk melakukan  aksi demo besar-besaran untuk meminta penjelasan Wakil Presiden atas penginaan dan pelarangan  Koteka sebagai budaya orang  asli Papua yang disampaikan lewa media.

 

“ Kami akan bentuk tim untuk berangkat kesana Jakarta dan saya akan buka baju dihadapan Wakil Presiden, saya akan memakai  koteka sebagai budaya kami di Pegunungan Tengah.  Budaya koetaka jangan dipaksakan untuk dihentikan, karena kami tidak pernah melarang budaya adat Makasaar,” Ucap Emmus

 

Menurutnya  bahwa pernyataan Wapres adalah kesalahn sehingga bicara kasar dan tidak menghormati budaya orang asli Papua.

 

“Wapres tidak  mengerti budaya adat seeperti budaya adat Makassar dan budaya Papua. Saya tegaskan setiap suku di Indonesia memiliki budaya tersendiri sehingga tidak boleh satupun dilarang,” katanya.

 

Bahkan Emus menyebutkan, bahwa Wapres juga telah mencederai kebijakan Presiden Republik Indonesia  Ir. H Joko Widodo terhadap kebaragaman seluruh bangsa di Indonesia dan di Papua.

 

“Saya melihat Wakil Presiden tidak sejalan dengan Presiden Jokowi,” tukasnya.

Dirinya meminta kepada  seluruh Kepala Suku di wilayah pegunungan untuk melakukan aksi atas pernyataan yang disampaikan Wapres, Jusuf Kalla kepada rakyat asli Papua.

 

”Jika hal ini tidak di tangapi dengan serius oleh Wapres maka saya rencana akan membuat surat pernyataan sikap kepada kepada wakil Presiden RI agar pernyataan dapat diklarifikasi dan memintaaf kepada masyarakat Papua. Tidak boleh main-main terhadap budaya kami yang turun temurun. Wapres telah melecehkan kami orang gunung. Harus meminta maaf ,” tuturnya (res)