Ditetapkan Tersangka, Kuasa Hukum Nilai Kasus Kadis PU Papua Janggal

0
10

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kuasa hukum Kadis PU Papua Djalli Mambaya (DJM),  Sandy K. Singarimbun, S.H., M.H dan  Albert Luter, S.H menilai, kasus yang menjerat klaiennya terkesan janggal.

“Penetapan tersangka sangat janggal,  karena sebelum ada penetapan sudah ada pihak yang terlebih dahulu tahu bahwa DJM akan tersangka,” tutur Sandy K. Singarimbun kepada wartawan di Jayapua, Kamis (23/11/2017).

Bocornya informasi-informasi penyidikan tersebut sangat disayangkan karena akan memberikan kesan seolah- penetapan DJM sebagai Tersangka merupakan pesanan pihak-pihak Tertentu, kata Singarimbun.

Menurut Singarimbun, jika itu benar maka penetapan tersangka tersebut banar-benar tidak sejalan dengan UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian jo. Perkap No. 14 Tahun 2012 Tentang manajemen Tindak Pidana.

“Jika benar informasi tersebut sengaja di bocorkan ke pihak-pihak yg tidak terkait maka tindakan penyidik tersebut bertentangan dengan Sumpah atau Janji anggota Kepolisian yang diatur dalam pasal 22 jo. Pasal 23 UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepilisian,”  ungkap Singarimbun.

Lanjut Singarimbun, kasus ini bermula, Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara melaporkan Djuli Mambaya (DJM) dengan nomor laporan polisi: LPB/36/II/2017/SPKT per tanggal 16 Februari 2017.

“Victor melaporkan Djuli terkait status facebook DJM pada tanggal 13 Februari 2017 yang dianggap telah mengancam dan mencemarkan nama baik Victor,” ungkap kuasa hukum kadis PU.

Pada BAP tanggal 30 April 2017, sudah di jelaskan bawah status tersebut tidak ditujuhkan untuk mencemarkan nama baik Victor namun ditujuhkan untuk mengkritisi masalah peredaran narkoba di Toraja dan masalah mangkraknya Bandara Buntu Kuni.

“Dalam postingan tersebut DJM tidak pernah menyebut nama seseorang termasuk nama Victor,” beber Singarimbun.

Gambar yang dipakai  merupakan peristiwa yang berbeda dimana gambar tersebut merupakan gambar yang berkaitan dengan aksi unjuk rasa di Jakarta yang menyerang harkat dan martabat DJM dan saat ini tengah di sidik oleh Polda Metro Jaya.

“Yang mengedit gambar dan menuliskan nama Victor dalam gambar tersebut bukan DJM melainkan wartawan dan telah dimuat di media online sebelumnya sehingga gambar tersebut menjadi milik publik dan semua bukti-bukti sudah diserahkan ke Penyidik,” tutur kuasa hukum lagi.

Sehingga bagi kami kasus ini kasus ini harus di hentikan, namun jika kasus ini terus bergulir kami siap jalan proses hukum dan akan membuktikan bawah DJM tidak bersalah. (*)