Gubernur Papua Prediksi Teror KKB Akan Berlangsung Lama

0
7
Warga saat dievakuasi dari Kampung Banti Areal Freeport ke Kota Timika. (istimewa)
Gubernur Papua, Lukas Enembe. (Erwin)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Gubernur Papua Lukas Enembe memprediksi teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) di areal pertambangan PT. Freeport Indonesia bakal berlangsung lama oleh karena adanya tuntutan untuk merdeka.

Hal itu disampaikan Lukas yang sebelumnya pernah pada situasi itu sewaktu menjabat kepala daerah di Kabupaten Puncak  Jaya.

“Saya prediksikan situasi di Timika itu akan bertahan lama. Sebab belajar dari kasus saya di Puncak Jaya sewaktu menjabat sebagai bupati. Dimana sepuluh tahun saya menghadapi situasi seperti seperti ini. Setiap hari urus jenazah korban penembakan,” terang dia di Jayapura, pekan kemarin.

Menurutnya, untuk dapat mengakhiri drama teror KKB, aparat keamanan harus mengambil langkah tegas dengan tidak membiarkan aksi mereka berlarut-larut, hingga menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak.

“Menurut saya, (tindakan tegas dari) negara harus hadir disana. Dengan demikian, aksi kelompok yang berseberangan dengan NKRI ini bisa dihentikan. Warga pun bisa beraktivitas dengan penuh rasa aman”.

“Intinya pihak TNI/Polri harus punya kemampuan untuk mengusir atau merangkul mereka” sebutnya.

Sementara disinggung mengenai upaya negoisasi dengan KKB di Mimika, Lukas menyebut hal itu hanya merupakan sebuah tindakan membuang-buang energi maupun waktu. Sebab kelompok garis keras ini, hanya menuntut sebuah kemerdekaan untuk bangsa Papua dan terlepas negara kesatuan republik Indonesia.

“Kalau mau negoisasi dengan KKB, saya pikir itu sulit. Sebab ini persoalan ideologi yang susah dibujuk dengan apapun. Sebab kita tahu tuntutan mereka hanya ingin merdeka sebagaimana yang beredar pada media massa maupun media sosial,” terangnya.

Sebelumnya, KKB pimpinan Sabinus Waker telah melakukan aksi teror selama sebulan terakhir di areal PT. Freeport Indonesia. Buntut dari aksi teror ini mengakibatkan warga tiga kampung Distrik Tembagapura, yakni Kimbely, Banti dan Utikini terisolasi.Tak ketinggalan sejumlah warga sipil, karyawan Freeport dan aparat keamanan, gugur dalam serangkaian aksi teror KKB. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)