Dubes Inggris dan Gubernur Lukas Enembe Bahas Dialog Papua di PBB

0
6
Duta Besar Inggris, Moazzam Malik bersalaman dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe, usai melakukan pertemuan tertutup, pekan kemarin, di Gedung Negara Dok V Atas Jayapura. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)
Duta Besar Inggris, Moazzam Malik bersalaman dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe, usai melakukan pertemuan tertutup, pekan kemarin, di Gedung Negara Dok V Atas Jayapura. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Dalam kunjungannya ke Kota Jayapura, salah satu topik hangat yang menjadi pembahasan antara Duta Besar Inggris Moazzam Malik dan Gubernur Lukas Enembe, adalah tuntutan dialog orang Papua dan Jakarta di PBB sebagaimana seruan sejumlah pihak.

Kendati demikian, Pemerintah Inggris menyatakan atetap satu suara mendukung Provinsi Papua didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Beliau (Dubes Inggris,red) tanya menyangkut (tuntutan) dialog (Papua – Jakarta di PBB),” terang Gubernur Lukas usai melakukan pertemuan tertutup dengan Dubes Moazzam, pekan kemarin.

Kendati begitu, Lukas berharap jika memang pemerintah pusat benar-benar ingin mewujudkan dialog itu, maka yang lebih tepat adalah mengundang orang Papua yang tergabung dalam beberapa organisasi di luar negeri.

Sebab menurut dia, yang bermasalah (atau meminta merdeka) adalah oknum orang Papua yang kini tinggal di luar negeri.

“Ya kalau mau dialog mestinya libatkan orang Papua di luar negeri juga. Karena yang bermasalah bukan kita (pemerintah provinsi)”.

“(Dari dulu) orang (Papua) di luar negeri yang selalu dorong ini. Mereka ada dalam berbagai bentuk organisasi apa. Yang penting kalau mau dialog bukan Pemerintah Provinsi Papua dengan Pemerintah Pusat. Tadi kita sudah kasi tau begitu (kepada Dubes Moazzam),” terang dia.

Menurut Lukas, Pemerintah Inggris sangat memperhatikan masyarakat Papua. Dia pun berharap para duta besar yang berkunjung ke Papua agar dapat meniru perhatian yang ditunjukan Pemerintah Inggris itu.

“Sikap Dubes juga meminta agar Papua menjaga NKRI, tapi (pemerintah pusat juga mesti wajib) perhatikan keinginan masyarakat Papua itu. Perkataan ini yang dia bilang harus jelas. Dukungan Pemerintah Inggris seperti itu,” tegasnya.

Lanjutnya, dalam perbincangan Dubes Inggris juga menanyakan teror KKB di Mimika. “Ditanyakan keinginan saudara kita yang bersebrangan dengan NKRI. Ini yang harus dilihat,” kata Lukas.

Sementara dalam kunjungannya ke Jayapura, Duta Besar Inggris Moazzam Malik, menawarkan kerja sama di berbaga bidang. Dubes secara gamblang meminta Gubernur Papua merekrut putra dan putri cerdas, untuk disekolah di Univesitas Cambridge Inggris.(Erwin / Koran Harian Pagi Papua)