International Interfaith Dialogue : GMKI Ajak Generasi Muda Bersatu Dalam Keberagaman

86
Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Sahat Martin Philip Sinurat. (istimewa)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Institute for Economic and Peace tahun 2016 mencatat, selama tahun 2014 lebih dari 100.000 orang tewas dalam berbagai konflik horizontal di berbagai negara.

Tahun 2017 belum ada data lanjutan yang merilis jumlah korban yang tewas akibat konflik horizontal di berbagai negara. Meski demikian, sebagaimana diketahui situasi global akhir-akhir ini sering terjadi konflik antarumat manusia seperti yang terjadi di Kawasan Timur Tengah, Eropa. Bahkan di Indonesia beberapa kali terjadi konflik antarsesama warga negara.

“Melihat situasi global tersebut, GMKI menyatakan perlunya peran strategis pemuda dalam menangkal upaya-upaya yang dapat merusak bingkai cinta kasih terhadap umat manusia,” papar Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Sahat Martin Philip Sinurat, dalam rilisnya yang diterima di Jakarta, Senin (13/11) malam, sebagaimana dikutip dari ww.tagar.id

Disebutkan, banyak cara yang dapat ditempuh termasuk yang dilakukan oleh GMKI akhir-akhir ini seperti menginisiasi forum Konferensi Internasional.

Kegiatan International Interfaith Dialogue (IID) yang dilaksanakan pada tanggal 16-19 November 2017 di Ambon merupakan kegiatan lanjutan yang diinisiasi oleh Pengurus Pusat GMKI.

Sebelumnya, GMKI yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan berbagai lembaga lain telah melaksanakan kegiatan Global Christian Youth Conference (GCYC) di Manado yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pada saat itu, kegiatan GCYC dimaksudkan untuk mengajak semua pemuda-pemudi Kristen antardenominasi Gereja dan antarnegara untuk ikut bersama-sama mewujudkan perdamaian di negara masing-masing.

GMKI yakin, perdamaian bisa terwujud apabila pemuda Kristen antardenominasi gereja dan antarnegara dapat menjadi agen atau duta perdamaian negara masing-masing dan lingkungan setempat.

Mewujudkan Perdamaian Dunia

Kegiatan International Interfaith Dialogue (IID) yang diadakan di Ambon merupakan upaya lanjutan GMKI untuk kembali menyatakan pemikirannya yang selaras dengan tema GMKI yaitu Berdamai Dengan Seluruh Ciptaan.

GMKI memandang pemuda-pemudi dari berbagai latar agama dan budaya membutuhkan dialog-dialog antariman dan budaya serta berbagi pengalaman tentang bagaimana mewujudkan perdamaian dunia.

“Dialog harus dilakukan tidak hanya setelah terjadi konflik, namun justru sebelum adanya perselisihan, sehingga terbangun rasa saling memiliki dan memahami satu sama lain,” ujar Sahat Sinurat.

Disebutkan, kegiatan IID akan berlangsung selama empat hari dan diikuti oleh ratusan pemuda yang berasal dari berbagai organisasi, suku, daerah di Indonesia dan juga internasional. Dalam kegiatan ini peserta akan berinteraksi dan berdialog, saling mengenal persamaan dan perbedaan satu sama lain.

“Pemuda-pemudi yang hadir memiliki cita-cita yang sama yakni mewujudkan dunia tanpa kekerasan,” jelas Sahat lagi.

Narasumber yang akan mengisi materi pada kegiatan ini juga merupakan narasumber yang berkompetensi dan berpengalaman dalam merawat perdamaian.

“Mari kita doakan dan hadiri kegiatan IID ini bertepatan dengan momentum Hari Toleransi Internasional,” pinta Sahat. (*)