Pemkot Serahkan 1.008 Buku Anti Korupsi Ke SMA/SMK dan SMP Se-Kota Jayapura

0
87
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM ., saat menyerakan buku tersebut dan dilanjutkan foto bersama. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

 

Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM , saat memberikan sambutan. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyerahan sebanyak 1.008 buku pendidikan anti korupsi untuk SMA/SMK dan SMP di lingkup Pemerintah Kota Jayapura.

Penyerahan buku kepada Kepala Sekolah SMP, SMA/SMK se-Kota Jayapura diserahkan secara resmi oleh Wali Kota Jayapura, dilanjutkan dengan penanda tanganan hibah naskah, bertempat di Aula SMKN 2 Jayapura, Rabu (15/11/2017) kemarin.

Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM berharap, kiranya dengan adanya bantuan buku ini dapat bermanfaat bagi anak peserta didik, sebagai generasi-generasi bangsa ini khususnya generasi Kota Jayapura.

Lanjutnya, Pemkot Jayapura telah mengeluarkan empat wilayah tertib, antara lain tertib administrasi, tertib aturan, tertib bebas korupsi dan yang keempat tertib menuju Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Selain itu, Mano mengakui Pemmot Jayapura juga telah mencanangkan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih korupsi di Kota Jayapura.

“Dengan memberikan buku pendidikan anti korupsi, kita juga memberikan pendidikan kepada anak-anak kita supaya terhindar dari korupsi. Tidak melakukan korupsi kalau mereka sudah menjadi pemimpin-pemimpin bangsa di mana pun dia ditempatkan, supaya moralnya baik dan dia sudah mengetahui mana yang baik mana yang buruk. Jadi sedini mungkin dia sudah mengetahuinya untuk membentengi dirinya supaya dia tidak terjerumus ke dalam korupsi,” harapnya.

Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM ., saat menyerakan buku tersebut dan dilanjutkan foto bersama. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

Untuk itu, menurut Mano buku-buku itu di berikan kepada sekolah-sekolah, agar anak-anak bisa memahami apa itu korupsi, dan dampak apa saja yang akan di timbulkan jika dia melakukan korupsi, terutama dampak kepada dirinya sendiri dan juga dampak bagi orang banyak, di harapkan buku ini jangan hanya di simpan tetapi para guru dapat mentranfer isi buku ini kepada generasi muda kita sehingga ketika mereka melangka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi mereka sudah mempunyai dasar yang kuat tentang korupsi.

Diakuinya, Pemkot Jayapura sering membahas hal ini di dalam rapat-rapat dinas. Namun pada kenyataannya masih ada saja beberapa Kepala-Kepala Dinas yang di periksa. “Perlu di ketahui kepribadian seseorang tidak dapat di nilai dari fisik luar penampilannya saja, karena orang baikpun dapat juga terjerumus kepada korupsi,”pungkasnya.

Untuk itu, sekali lagi ia mengingatkan bahwa buku anti korupsi ini dapat menjadi pedoman bagi anak-anak muda dan di harapkan SMP-SMA dan SMK di Kota Jayapura dapat lebih maju lagi dan tentunya bebas korupsi.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Jayapura yang diwakili oleh Sekretaris Disdikbud Kota Jayapura, Debora Rumbino melaporkan penyerahan 1.008 buku yang terdiri dari tiga seri yang masing-masing diserahkan ke 46 SMP, 32 SMA dan 15 SMK yang ada di Kota Jayapura.

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Jayapura, Elia Waromi menyampaikan, apresiasi kepada Pemkot Jayapura, dan ia mengharapkan buku pendidikan anti korupsi yang telah diterima sekolahnya akan diletakkan pada perpustakaan sekolah sehingga semua murid dapat membaca buku tersebut dan dapat menambah wawasan pengetahuan mereka dan menjadi pedoman bagi masa depan mereka. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)