BBM Satu Harga Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Ilaga

0
403
Aktivitas Pelayanan Pertamina. (istimewa)
Pelayanan Pertamina di Puncak . (istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ilaga, Kabupaten Puncak. Salah satu masyarakat setempat, Murni Wagai mengakui, setahun lalu sejak harga BBM turun menjadi Rp.6.450 per liter dari harga semula Rp.50 ribu per liter, taraf hidup dan perekonomian juga bergerak naik.

“Pengeluaran bisa ditekan, kesejahteraan tentu saja meningkat,” ujar Wagai, yang berdomisili di Ilaga, saat dikonfirmasi oleh beberapa wartawan via telepon, Rabu (15/11/2017) kemarin.

 

Selain itu, terkait biaya sehari-hari, Wagai mengatakan saat ini harga sayur-mayur sudah jauh lebih murah. Ia mencontohkan, dengan uang Rp.50 ribu, saat ini dirinya bisa membeli enam ikat sayur. Padahal, ketika harga BBM masih menjulag tinggi, dengan jumlah uang yang sama, dia hanya bisa membeli satu ikat sayur.

 

Menurutnya, dengan seragamnya harga BBM, secara tidak langsung memang membuat harga barang-barang kebutuhan menjadi murah. Sayur misalnya, selama ini harus diangkut dengan ojek dari daerah perbukitan menuju pasar Ilaga. Dengan turunnya harga BBM, ongkos ojek juga menjadi murah, sehingga harga sayur pun turun drastis. “Harga sayur kini turun karena ongkos ojek sudah tidak mahal,” ujarnya.

 

Adapun BBM Satu Harga di Ilaga, yang diresmikan sejak 17 Agustus 2016 lalu, memang memberikan berdampak baik bagi masyarakat. Karena melalui program tersebut, tingginya biaya pengangkutan BBM, menjadi tanggungan Pertamina.

Aktivitas Pelayanan Pertamina. (istimewa)

Pada praktiknya, lembaga penyalur Pertamina tetap menjual Premium dengan harga Rp. 6.450 per liter dan Solar dengan harga Rp. 5.150 per liter. Harga ini jauh lebih murah, karena secara ekonomis, harusnya harga BBM bisa mencapai Rp.50 ribu per liter.

 

Tingginya biaya pengangkutan ke Ilaga bisa dipahami. Pasalnya, untuk menuju daerah yang berada ketinggian 7.500 kaki itu, BBM harus diangkut dengan pesawat Air Tractor, dengan kapasitas 4 KL per sekali angkut.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Miati Ridwan, seorang ibu rumah tangga warga Ilaga, juga mengakui dampak positif BBM Satu Harga yang berimbas baik terhadap pendidikan anaknya.

 

Lanjutnya, dengan turunnya harga BBM, akan mengurangi pula biaya BBM yang dibutuhkan untuk menggerakkan genset di malam hari, yang sangat dibutuhkan bagi anak-anak untuk belajar.

 

“Ilaga belum dialiri listrik. Semua rumah mempergunakan genset untuk penerangan. Dulu, anak-anak tidak bisa belajar setiap malam, karena kami harus mengumpulkan uang terlebih dahulu untuk bisa membeli BBM. Tetapi sekarang, anak-anak bisa belajar setiap hari. Semoga mereka bisa makin pintar,” pungkas Miati.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ilaga, Abraham Bisay juga membenarkan, bahwa masyarakat semakin merasakan dampak positif dari program tersebut. Hal ini antara lain terlihat, dari semakin meningkatnya kebutuhan BBM di masyarakat. Peningkatan permintaan BBM tersebut, pada akhirnya memang menunjukkan bahwa roda perekonomian juga semakin menggeliat di Ilaga.

 

Dan untuk itu pula,  Abraham berharap, adanya penambahan pasokan BBM untuk wilayah tersebut. “Kebutuhan kami sudah cukup tinggi. Setidaknya (ada) penambahan pasokan untuk menghindari penjualan BBM di kios sebesar Rp.50 ribu per liter dan menghindari penimbunan BBM pada bulan Desember nanti,” harapnya. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here