Friday, 24 Nov 2017
POLHUKAM

Suami Aniaya Istri Menggunakan Parang

Kapolres Keerom, AKBP. Muji Windi Harto, SIK, SH. (Rif / Koran Harian Pagi Papua)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Kasus penganiayaan suami terhadap istri tentunya hal yang tak perlu dilakukan, namun sayangnya hal inilah yang terjadi terhadap seorang istri yang tinggal di Keerom atau tepatnya di Kampung Skanto, Distrik Skanto, Keerom, pada Minggu (12/11/2017) kemarin.

Akibat penganiayaan ini, korban YM (46 thn) mengalami luka sobek pada bagian kepala belakang sebelah kiri. Sementara pelaku yaitu suami korban, UY (51 tahun) justru melarikan diri setelah melakukan penganiayaan tersebut.

Kapolres Keerom, AKBP. Muji Windi Harto, SIK, SH, menerangkan kepada HPP bahwa kronologis kejadian adalah hari itu, (12/11/2017), sekitar Pukul 15.00 WIT, Korban pulang dari kebun ke rumah sesampainya dirumah, ia melihat suaminya berdiri di depan pintu rumahnya.

‘’Karena mungkin ada masalah sebenarnya korban berkata “Kenapa tidak tidur tadi kamu sudah mengusir saya dan anak-anak karena ribut membuat kamu tidak tidur” kemudian terlapor marah dan langsung menendang korban dibagian pinggang dan korban terjatuh,’’terangnya.

Selanjutnya terlapor mengambil parang dan mengayunkan parang (punggung parang) ke arah kepala korban kemudian korban mengambil kayu untuk membela diri namun terlapor mengayunkan parang lagi dengan posisi tajam kearah kepala korban sehingga korban mengalami luka sobek pada bagian kepala belakang sebelah kiri.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Biarkan KPK Diperlemah

Kapolres menambahkan bahwa ada beberapa langkah yang diambil pihaknya terkait laporan tersebut yaitu mendatangi TKP dan mengamankan Barang Bukti, Membuat Permohonan Visum, dan lainnya.

‘’Untuk sementara terlapor/pelaku telah masih dalam lidik karena saat Polisi tiba di TKP pelaku tidak berada ditempat,’’pungkasnya.(Rif / Koran Harian Pagi Papua)