Friday, 24 Nov 2017
Berita Port Numbay

Pemkot Jayapura Gelar Kegiatan Pemberdayaan Lembaga Adat

Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., saat membawakan sambutannya. (Fransisca/LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Dinas pemberdayaan masyarakat dan kampung kota Jayapura menggelar kegiatan pemberdayaan lembaga adat yang ada di kota Jayapura, dengan peserta terdiri dari ondoafi/ondofolo, kepala suku, tokoh agama, tokoh masyarakat dan perwakilan sepuluh kampung di Port Numbay, di Hotel Grand Abe Jayapura, Selasa(14/11/2017).

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kota Jayapura, Drs. Daniel Mano, M.Si.,menyampaikan, bahwa  kegiatan terwujudnya kesepahaman tentang tugas dan fungsi masyarakat adat yang ada di 10 kampung adat dan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat adat sebagai mitra kerja pemerintah dalam proses penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat juga mengenalkan masyarakat luas tentang tatanan adat istiadat di kampung keondoafian melalui forum diskusi yang dihadiri oleh masyarakat adat.

“Selain itu,”Tujuan kegiatan terwujudnya kesepahaman tentang tugas dan fungsi masyarakat adat yang ada di 10 kampung adat dan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat adat sebagai mitra kerja pemerintah dalam proses penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Daniel Mano.

Suasana Pembukaan Kegiatan Bersama Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., (Fransisca/LintasPapua.com)

Dikatakan, bahwa adanya pembukaan bisnis dari luar Jayapura dan luar Papua di kota Jayapura adalah sebagai bentuk respon karena terbukanya Jayapura yang sudah menjadi kota perdagangan dan jasa.

Baca Juga :  Pemkot dan DPRD Kota Jayapura Paripurnakan 13 Raperda Baru

“Keadaan ini secara tidak langsung berdampak terhadap kehidupan sosial banyak orang asli yang ada di kota Jayapura, dalam segala aspek warga asli mulai merasa terdesak,   maka  jika tidak mulai dikatakan tersingkir dari atas tanahnya sendiri,” pesannya.

Sementara itu, Wali Kota Jayapura,DR. Benhur Tomi Mano, MM., menuturkan, bahwa  Lembaga adat adalah sebuah organisasi kemasyarakatan baik yang sengaja dibentuk maupun tumbuh secara wajar telah tumbuh dan berkembang dalam sejarah masyarakat tertentu maupun secara wajar telah tumbuh dan berkembang di dalam sejarah masyarakat tersebut.

“Atau dalam masyarakat hukum adat tertentu yang berhak dan berwenang mengatur mengurus dan menyelesaikan berbagai macam masalah kehidupan yang berkaitan dengan adat istiadat dan hukum Adat setempat,” tuturnya.

Disampaikan, bahwa Pemberdayaan lembaga adat merupakan rangkaian pembangunan pembangunan daya upaya dengan mendorong motivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki serta berupaya untuk mengembangkan aspek-aspek kepribadian pengetahuan sistem dan nilai keterampilan kerja.

Pemukulan Tifa Bersama masyarakat adat dan para ondoafi yang hadir dalam pembukaan. (Fransisca /LintasPapua.com)

“Tentunya, agar supaya kondisi dan keberadaan adat istiadat kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan lembaga adat dapat berkembang sehingga dapat berperan aktif dalam pembangunan nasional dan berguna bagi masyarakat yang bersangkutan sesuai dengan tingkat kemajuan perkembangan zaman,” katanya. (Fransisca / LintasPapua.com)

 

Baca Juga :  Wali Kota BTM Siap Patenkan Batik  Kearifan Lokal Port Numbay

“Fasilitas pemberdayaan kelembagaan diharapkan agar masyarakat dapat menjaga melestarikan dan menghargai tatanan adat dan budaya yang ada di 10 kampung ke Alfian yang ada di kota Jayapura yang patut dilestarikan karena memiliki nilai-nilai adat dan budaya yang beraneka ragam yang nantinya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat di 10 kampung adat di kota Jayapura”, pungkasnya seraya memukul tifa tanda di bukanya kegiatan. (Fransisca / LintasPapua.com)