Friday, 24 Nov 2017
POLHUKAM

Ormas Garda Pembela Pancasila Hadir di Tanah Papua

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –   Garda Pembela Pancasila Di Tanah Papua merupakan Ormas yang mendapatkan Legalitas Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor. AHU-0013221.AH.01.07.Tahun 2017. Yang di Pimpin Oleh Bpk. Melkianus Watori (Selaku Ketua Umum) dan Viktor Saiya/Woru,S.IP (Selaku Sekjen) Garda Pembela Pancasila Di Tanah Papua.

 

Wakil Ketua DPP, Handri Wijaya mengatakan, bahwa  bersama teman-teman Pengurus DPP dan keterwakilan DPD yang ada di Papua menyampaikan bahwa Kehadiran Ormas Garda Pembela Pancasila Di Tanah Papua, sudah memiliki Kepengurusan Di Tingkat Pusat yang bernaung di Wilayah Tanah Papua yaitu Provinsi Papua dan Papua Barat.

 

“Dan memiliki DPD-DPD atau dikatakan sebagai Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota Di Provinsi Papua  dan Papua Barat. Untuk sementera di Papua dari 29 Kabupaten/Kota yang ada, sudah terakomodir 20 Kepengurusan DPD yang ada di Provinsi Papua, sedangkan di Papua Barat dari 13 Kabupaten Kota yang ada, sudah terakomodir seluruh Kepengurusan di Tingkat DPD di Provinsi Papua Barat,” ujar  Wakil Ketua DPP, Handri Wijaya., di Abepura, Rabu (15/11/2017)

Baca Juga :  Gubernur Lukas Enembe Ajak Masyarakat Wujudkan Cita-Cita Kemerdekaan RI

 

“Untuk itu,  Dewan Pimpinan Pusat Garda Pembela Pancasila Di Tanah Papua merencanakan Deklarasi  dan  Pelantikan sekaligus Rapat Kerja seluruh DPD di Tanah Papua yang direncanakan bekerja sama dengan kedua Pemerintahan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat di Tanah Papua serta berkoordinasi dengan Bapak.Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia,” katanya.

 

perlu dicermati bahwa  sejarah mencatat kehidupan di Papua dari dulu,  hingga sekarang tingkat toleransi hidup cukup tinggi yang mana sudah dibangun dari kehidupan nenek moyang kami di Papua hingga anak cucu generasi hari ini.

 

Untuk itu Kehadiran Garda Pembela Pancasila Di Tanah Papua perlu dimaknai bahwa : Pertama, Pancasila harus dipahami secara terbuka dan Pancasila harus di pahami secara meluas dan mendalam. Kedua, Pancasila tidak menjadi alat pemukul atas eksistensi yang lainnya dan tidak menjadi tempat berlindung bagi salah satu kelompok saja. Pancasila harus dijadikan perekat dan penenun kebangsaan karena Pancasila adalah alat pemersatu.

 

Ketiga, pembinaan ideologi Pancasila tidak dikomunikasikan dengan cara-cara yang menimbulkan paksaan, rasa ketakutan tapi dengan cara yang menimbulkan rasa kemauan secara sukarela.

Baca Juga :  Polisi Pelajari Motif Pembunuhan Wanita Depan PLTD

 

Cara yang lebih, humanis dan emansipatif bisa saja dilakukan lewat seni, musik dan budaya, didekatkan dengan masyarakat, menginspirasi masyarakat untuk melakukannya dan bertanggung jawab.

 

Kiranya maksud kehadiran Garda Pembela Pancasila Di Tanah Papua dan tentu masih banyak hal yang harus dipikirkan oleh kita semua anak bangsa, yang pasti Pancasila seyogyanya senantiasa dipelihara dan dipertahankan. Kita sebagai anak bangsa tidak hanya hidup dan berakar dalam Pancasila, tapi harus berkembang di dalamnya. Pancasila Tetap Jaya,” tandasnya. (Fransisca / LintasPapua.com)