Friday, 24 Nov 2017
Berita Provinsi Papua

Diskominfo Papua Ajak Mahasiswa Gunakan Internet Secara Positif

Peserta sosialisasi mendengarkan arahan dari Kepala Dinas Kominfo Papua, di Asrama Putra Lides, Perumnas III Waena, Kota Jayapura, akhir pekan kemarin. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mengajak mahasiswa maupun mahasiswi di bumi cenderawasih, untuk dapat menggunakan internet secara positif dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Kominfo Papua, Kansiana Salle mengatakan, penggunaan internet seain memiliki sisi positif, tetapi punya hal negatif yang dapat mempengaruhi sendi-sendi setiap kehidupan umat. Dimana sisi negatif itu, dilarang dari segi agama bahkan moral.

Bahkan tak jarang, sebagian besar menyebar propaganda maupun hoax melalui dunia maya. “Makanya, sekarang tinggal kembali kepada diri kita sendiri apakah mau ikuti hal positif atau negatif. Hanya memang terkadang menjadi kewajiban pemerintah baik pusat maupun daerah, untuk mensosialisasikan apa yang harus dillakukan oleh masyarakat dan apa yang tidak boleh”.

“Dengan demikian, melalui kegiatan ini kita harap para mahasiswa dan mahasiswi yang ikut sosialisasi bisa memberi dampak positif bagi keluarga dan teman sekitar agar menghindari hal negatif di internet,” terang Kansiana pada sosialisasi internet baik dan registrasi sim card bagi mahasiswa dan mahasiswi asrama Kota Jayapura, Sabtu akhir pekan kemarin, di Asrama Putra Lides, Perumnas III Waena, Kota Jayapura.

Baca Juga :  Yan Jap Ormuseray : Kepolisian Dilibatkan Kawal Peredaran Hasil Hutan

Ia juga mengharapkan mahasiswa sebagai kaum intelektual, dapat mendukung penuh program pemerintah yang mewajibkan pengguna ponsel meregistrasi ulang sim card dengan mencantumkan nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Ia menjelaskan, kebijakan itu bertujuan untuk melindungi konsumen pengguna ponsel yang memakai sim card. Memang, lanjutnya, beberapa tahun sebelumnya sudah diwajibkan melakukan registrasi sim card di counter penjualan sim card. Hanya saja, diketahui prosesnya terjadi secara asal-asalan.

Kepala Diskominfo Papua, Kansiana Salle, saat diwawancara. (Erwin)

“Bahkan ada yang pakai nama samaran atau tidak sesuai KTP maupun KK. Makanya, pemerintah mengambil langkah tegas supaya tak ada lagi penipuan kepada masyarakat. Yang pasti registrasi sim card sesuap KTP dan KK ini juga untuk memudahkan pemerintah melacak siapa saja yang melakukan penipuan”.

“Apalagi untuk setiap KTP dan KK hanya bisa melakukan registrasi pada tiga sim card. Sehingga kalau ada pihak yang bertujuan menipu, yang bersangkutan wajib mengaktifkan simcard keempat atau kelima dan seterusnya ke kantor provider yang resmi. Yang pasti sekarang tindak tanduk penipuan mau ditekan. Supaya masyarakat dapat berkomunikasi secara baik, cerdas dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)