Friday, 24 Nov 2017
Lintas Papua

ASN Keerom Sudah Saatnya Kuasai Bahasa Inggris

 

Suasana Rapat Pimpinan OPD/SKPD dengan Sekda Keerom, di ruang rapat Sekda Keerom, Senin (13/11/2017) kemarin. (Rif)

Karena Berada di Daerah Perbatasan RI – PNG, Maka Diperlukan Komunikasi Dengan Negara Tetangga

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Sekretaris Daerah (Sekda) Keerom, Drs, Blasius Waluyo Sejati,  MM, mengemukakan seiring dan sejalan dengan sasaran yang hendak dicapai dalam tata kelola pemerintahan adalah peningkatan kualitas SDM aparatur pemerintahan, maka penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan.

‘’Dalam kaitan dengan hal itu maka berbagai program perlu dilakukan untuk hal tersebut yaitu peningkatan kualitas SDM bisa diwujudkan. Salah satunya bahasa Inggris. Karena saat ini bahasa Inggris sudah mendunia dan banyak kegiatan kita yang terkait bahasa Inggris itu,’’ungkapnya kepada wartawan usai memimpin apel rutin Pemkab Keerom, di ruang kerjanya, Senin (13/11/2017) kemarin.

Ditambahkan, saat ini anak-anak sekolah juga sudah menguasai bahasa Inggris.

‘’Anak kita di tingkat pendidikan SD, SMP dan SMK sudah fasih bahas Inggris, nah ortunya yang ASN minimal harus bisa juga. Dan ini bukan hanya untuk keluarga saja tapi juga pelayanan umum. Seperti kita tahu keerom berada di Perbatasan RI –  PNG sehingga ada banyak tamu, banyak kegiatan, maka ASN diharapkan, biasa kuasai ini, supaya mereka tidak gagap, minimal bisa komunikasi. Karena salah satu sasaran yang kita ingin wujudkan adalah tata kelola pemerintahan lewat peningkatan kualitas aparatur ASN,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Satgas Yonif 410 Gelar Razia Narkoba Bagi Pelajar di Keerom

Selain bahasa Inggris, Sekda juag mengemukakan ia pun menekankan kedisiplin bagi ASN Keerom saat memimpin apel pagi kemarin. Soal kedisiplinan ini memang kita harus rubah mindset, juga perlunya kepedulain pimpinan SKPD.

‘’Disiplin tak perlu dipaksa, tapi mindset, jadikan disiplin sebagai bagian yang harus dipenuhi ASN, ia adalah kebutuhan. Coba bayangkan kalau ASN kita sering terlambat, tapi apakah kerjanya baik tentunya kerja asal-asalan, habis itu pulang duluan lagi. Ini tak perlu dipertahankan kalau kita inginkan perubahan.(Rif / Koran Harian Pagi Papua)