Friday, 24 Nov 2017
Berita Port Numbay Nasional & Dunia Sosial Masyarakat

Tari Kapat Tradisional Wewak PNG Ditampilkan di Jayapura

Tari Kapat di Halaman Depan lapangan Walikota Jayapura di Entrop. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Perayaan upacara peringatan Hari Pahlawan ditingkat Kota Jayapura kali ini agak sedikit berbeda, karena dihadiri oleh Wali Kota Wewak dan masyarakatnya dari negara tetangga Papua New Guinea (PNG), dan pertama kalinya mereka menampilkan Tari Tradisional Wewak yang disebut Tari Kapat, usai upacara pagi di Lapangan Apel Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (10/11/2017) kemarin.

Wali Kota Wewak, Charles Malengki mengakui ini baru pertama kalinya ia bersama rombongan ke Kota Jayapura, dan baru pertama kali pula menampilkan tari tradisional mereka.
Charles mengemukakan Tari Kapat yang dibawakan masyarakat khususnya putra-putri Wewak ini pertama kalinya di tampilkan di Kota Jayapura karena bertepatan dengan upacara perayaan Hari Pahlawan Indonesia pada 10 November tiap tahunnya.
“Tari Kapat tersebut menampilkan penari muda yang di padukan dengan orang tua. Ini bertujuan sebagai penyemangat dalam satu kebersamaan untuk melawan musuh atau penjajah yang ada di satu negara,” jelasnya.

Kue Ulang Tahun Perayaan HUT Kemerdekaan Papua New Guinea ke – 42 Tahun. Tuhan Berkati PNG. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)
Selain tari mengusir penjajah, Charles mengatakan Wewak sebagai Kota Kembar, juga dikenal ramah yang di tuangkan dalam tarian menerima dan memperkenalkan diri kepada sesorang yang baru di kenal.
Adapun tarian tersebut ditampilkan dengan menggunakan pakaian adat khas Wewak, beserta aksesoris dari kerang dan dimeriahkan dengan alunan tifa dan lagu khas daerah Wewak, sangat dinikmati oleh para penonton.
Sementara itu, Kepala Bagian Perbatasan Antar Negara (BPAN) Kota Jayapura, Erik Merauje atas nama Pemerintah Kota Jayapura menyambut baik dan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Wewak beserta rombongan yang telah datang erkunjun ke Kota Jayapura serta menampilkan tarian Kapat.
“Sangat menghibur dan senang karena ini pertama kalinya. Tarian yang sudah di tampilkan sebagai bentuk pengharagaan karena merasa bersaudara dengan siapapun yang baru di kenal. Masyarakat Wewak juga senang berada disini karena mereka ingin melihat perkembangan Kota Jayapura,” terang Merauje. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)
Baca Juga :  1000 Lilin Dari Negeri Cenderawasih Untuk Bebaskan Ahok