Friday, 24 Nov 2017
Lintas Papua POLHUKAM

Peringatan Hari Pahlawan Nasional di Pegubin Tanpa Kehadiran Polisi

Pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pahlawan Nasional Tanggal 10 November 2017 di tingkat Kabupaten Pegunungan Bintang yang dipusatkan di lapangan kantor Bupati Pegubin (istimewa)

PEGUBIN (LINTAS PAPUA) – Pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pahlawan Nasional Tanggal 10 November 2017 di tingkat Kabupaten Pegunungan Bintang yang dipusatkan di lapangan kantor Bupati Pegubin dengan Inspektur Upacara (Irup) Wakil Bupati Pegunungan Bintang Decky Deal, S.IP yang dihadiri oleh Sekda Pegubin Drs Bartholomeus Aragaye, Anggota TNI, ASN, Satpol PP, Tokoh Gereja, Tokoh Adat dan perwakilan pelajar SMU dan SMK N Oksibil tersebut berjalan dengan aman dan terkendali tanpa adanya hambatan apapun serta di dukung dengan cuaca yang cerah menyinari di lembah sibil bakon.

Sejatinya moment hari Pahlawan Nasional yang merupakan hari terpenting bagi semua anak bangsa untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan perang demi memperjuangkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia ini dari jajahan Belanda dan sekutunya. Namun sangat disayangkan Peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun 2017 di tingkat Pemda Pegubin tanpa dihadiri oleh pihak aparat kepolisian dari polres Pegunungan Bintang.

 

Fenomena aneh ini merupakan hal langka yang terjadi di Pegunungan Bintang, sebab hari bersejarah sepatutnya aparat kepolisian harus mengambil bagian, namun hal itu tidak nampak pada realita di lapangan dalam upacara bendera yang dilaksanakan oleh Pemda Pegubin tersebut. Kondisi ini menjadi bahan berbincangan dari semua kalangan baik dari pihak TNI, ASN maupun para tokoh-tokoh Pegunungan Bintang yang sempat hadir mengikuti jalannya upacara peringatan hari Pahlawan tersebut. Sebab tidak seperti biasanya terjadi dan hal ini baru dan pertama di Pegunungan Bintang juga di Papua.

Pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pahlawan Nasional Tanggal 10 November 2017 di tingkat Kabupaten Pegunungan Bintang yang dipusatkan di lapangan kantor Bupati Pegubin (Istimewa)

Bahkan ketidakhadiran pihak Polres Pegubin pada HUT Pahlawan ini pun disesali oleh Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, S.IP. Sebab menurut orang nomor satu di Pegubin ini bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”, karena memperingati hari Pahlawan di setiap tanggal 10 November merupakan moment untuk kita generasi penerus pembangunan bangsa ini merefleksikan bagaimana kita menghargai jasa para Pahlawan kita.

Baca Juga :  Komisi B DPRD Pegubin Apresiasi Kunjungan Bupati

“Dengan memperingati dalam satu kebersamaan melalui upacara bersama, kita pun memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa kita yang majemuk ini. Juga dengan kebersamaan melalui upacara bendera bersama ini, kita dapat mengingat, menghargai dan belajar dari tokoh bangsa di masa lalu, untuk membangun bangsa kita Indonesia yang lebih baik ke depan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Pegunungan Bintang, Decky Deal, S.Ip mengatakan bahwa setiap tanggal 10 November, kita seluruh Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, mengenang para pendahulu kita, pahlawan dan perintis kemerdekaan, para pendiri republik Indonesia, mereka dengan segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan kolektif yang mereka lakukan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”, demikian semangat Hari Pahlawan di Pegunungan Bintang. (istimewa)

“Sehingga saat ini kita semua bisa menikmati hidup di bumi Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bangsa yang sederajat dengan bangsa lain, bangsa yang menyadari tugas sejarahnya untuk menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” katanya.

Suasana Upacara Hari Pahlawan di Kabupaten Pegunungan Bintang. (istimewa)

“Para Pendiri bangsa mengabarkan pesan penting kepada kita. Pesan itu adalah bahwa setelah kemerdekaan diraih, maka tahapan selanjutnya – kita harus bersatu terlebih dahulu untuk bisa memasuki tahapan bernegara selanjutnya – yakni berdaulat, adil dan makmur. Oleh karena pesan fundamental itulah maka peringatan Hari Pahlawan 10 November tahun 2017 ini kita mengambil tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”. Kata Menteri dari PKB tersebut.

Baca Juga :  ASN Provinsi Papua Diminta Sukseskan HUT Proklamasi RI

Dilanjutkan oleh Menteri Sosial bahwa apabila kita mampu bersatu sebagai satu bangsa maka kita dapat maju bersama-sama dan mendistribusikan berkah kemerdekaan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hari Pahlawan yang kita peringati saat ini didasarkan pada peristiwa pertempuran terhebat dalam riwayat sejarah dekolonisasi dunia, yakni peristiwa “Pertempuran 10 November 1945″ di Surabaya.

“Sebuah peristiwa yang memperlihatkan kepada dunia internasional, betapa segenap Rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya dan berbagai bentuk partikularisme golongan – bersama-sama melebur menjadi satu untuk berikrar, bergerak dan menyerahkan hidupnya, jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya lagi.

 

Sementara itu, secara terpisah Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Juliarman Pasaribu menanggapi dengan tenang dan menyampaikan, bahwa pihaknya tidka ada maksud apapun untuk tidak mengikuti upacara Hari Pahlawan, akan tetapi karena undangan yang masuk terlambat untuk diterima pihaknya.

“Tidak ada maksud apapun, karena Polres juga memperingati Hari Pahlawan di halaman Polres Pegunungan Bintang  dengan mengheningkan cipta.

“Kiranya kedepan undangan diberikan 2 atau 3 hari sebelum kegiatan dilaksanakan,” harap AKBP Juliarman Pasaribu. (***)