Friday, 24 Nov 2017
Berita Provinsi Papua

Pemprov Segera Luncurkan Program Bangga Papua

Kepala Bappeda Papua, M. Musa’ad. (Erwin)

JAYAPURA  (LINTAS PAPUA)  – Pemerintah provinsi pada bulan ini akan meluncurkan program Pembangunan Generasi dan Keluarga (Bangga) Papua, yang bersamaan dengan pameran dan ekspos hasil kegiatan empat tahun masa kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe.

Program yang merupakan turunan dari Gerbangmas Hasrat Papua ini, akan menekankan pada pemberian jaminan tunai langsung bagi anak-anak asli Papua usia 0-4 tahun.

Dimana untuk tahap awal di 2018, pemerintah provinsi telah menetapkan tiga kabupaten sebagai pilot project (proyek percontohan) yang mewakili tiga kawasan dengan tingkat kemiskinan tinggi maupun dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah.

“Sudah ditetapkan untuk wilayah La Pago nanti akan diwakili Kabupaten Lanny Jaya. Kemudian Mee Pago Kabupaten Paniai, dan Anim Ha Kabupaten Asmat,” terang Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Papua Muhammad Musa’ad, kepada pers, akhir pekan kemarin.

Dikatakan, program ini tak akan berhenti di 2018, namun diharapkan terus berjalan seterusnya. Dimana untuk program jangka pendeknya, pada 2019 pemerintah provinsi akan meningkatkan dari tiga menjadi 10 kabupaten, hingga targetnya di 2021, seluruh anak-anak usia 0-4 tahun di kabupaten dan kota bakal dijamin oleh pemerintah

Baca Juga :  BKKBN Rancang Grand Design Aspek Kuantitas Penduduk Papua

“Yang pasti kita harap pemberian tambahan uang dari pemerintah provinsi ini dapat digunakan oleh keluarga alam rangka meningkatkan kesehatan gizi dan sebagainya”.

“Yang pasti untuk saat kita mau coba dengan model baru dulu. Karena hasil evaluasi dari program Gerbangmas beberapa tahun ini, kita merasa perlu ada pemberian insentif bagi keluarga asli Papua. Agar bisa dimanfaatkan untuk menambah gizi kemudian kebutuhan pangan masyarakat,” terang dia.

Ditambahkan, program ini rencananya akan diluncurkan oleh Gubernur Papua saat ekspos hasil pembangunan selama empat tahun terakhir masa kepemimpinan Lukas Enembe. Sementara untuk memaksimalkan program itu, pemerintah provinsi akan bekerja sama dengan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asal negeri kangguru, untuk memastikan seluruh pelaksanaannya dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

“Yang pasti LSM dari Australia ini akan membantu kami di beberapa aspek. Tapi pasti akan ada kolaborasi juga dengan pemerintah kabupaten dan kota. Supaya implementasinya nanti bisa berjalan maksimal,” pungkasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)