Friday, 24 Nov 2017
Kesehatan Pendidikan

BKKBN Papua Gelar Monitoring dan Pembinaan Sekolah Siaga Kependudukan

Suasana Kegiatan Sekolah Siaga Kependudukan yang digelar BKKBN Papua. (Fransisca/LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Kegiatan monitoring dan pembinaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Provinsi Papua, dilaksanakan oleh BKKBN Provinsi Papua, di Hotel Grand Abe Jayapura, Jumat (10/11/2017).

Mengundang sepuluh sekolah dari kota dan kabupaten Jayapura. Pemateri dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua mengenai integrasi materi pendidikan kependudukan di sekolah, sedangkan BKKBN sendiri menyampaikan materi SSK sambil berdiskusi mengenai kondisi sekolah dan siswa.

 

Ketua panitia, Rose Saiya, SE.,  memaparkan kegiatan sekaligus menjelaskan pihaknya membentuk sepuluh pojok kependudukan, ini karena dana yang tidak terlalu besar, sehingga hanya sepuluh sekolah yang dibentuk.

“Harapan kami kedepan , materi kependudukan bisa di implementasikan ke dalam mata pelajaran juga harapan kami ada tersedianya pojok kependudukan,  nanti  pada akhirnya anak-anak itu mempunyai waktu mencoba mencari data kependudukan yang ada di lingkungan mereka berada,” tuturnya.

Ditambahkan,  lebih spesifiknya diseolah mereka, dan sekolah kependudukan ini akan menolong anak ini untuk berpikir dewasa, merencanakan pembentukan keluarga, karena usia  produktif 15 tahun sampai 64 tahun.

Baca Juga :  BKKBN Gandeng IPADI Inventarisir  Dampak Kependudukan di Papua

 

“ BKKBN mengharapkan bahwa bagi anak wanita di usia 21 tahun mereka siap berumah tangga karena di saat itu kita sudah siap fisik, organ reproduksinya, bahkan mentalnya juga siap, sehingga di terapkannya materi ini siswa di sekolah itu anak di sekolah memahami tentang kependudukan, anak di berikan contoh kasus yang kongkrit bukan hanya membaca, memberikan permasalahan dan anak yang menjawab solusinya, guru hanya melengkapi, kita mengharapkan anak bisa memecahkan masalah itu,” jelasnya.

 

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Papua, Sarwandi, SE., saat memberikan keterangan pers. (Fransisca/LintasPapua.com)

Sementara itu,  Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Papua, Sarwandi,  SE.,  mengatakan,  kini  ada sepuluh sekolah dari tingkat SMP dan SLTA Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura, harapan kita dengan sekolah siaga kependudukan, materi bisa di intergrasikan, nanti anak-anak kita di sekolah bisa di bekali sejak dini dengan isu kependudukan.

 

 

 

“Sehingga mereka bisa mengetahui dampak  yang di timbulkan dari pertumbuhan penduduk, disamping itu, sekolah bisa perduli dengan sekolah kependudukan ini, kalau bisa sekolah menyediakan ruangan khusus sebagai pojok kependudukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Penutupan KIE Kreatif Membangun Komunikasi dan Sebarkan Info

Dsampaikan, bahwa pojok pendidikan pas anak-anak kita pas istirahat bisa di bawa kesitu untuk mendapat informasi kependudukan dan cara mengatasi kependudukan.

 

“Mmungkin pada saat libur mereka juga di ajari pendataan  untuk mengamati, menanyakan, merangkum survei kecil tadi, dan rekomendasi ini bisa serahkan mengambil kebijakan pada kampung, kota, provinsi, misalkan contoh di daerah sekolah itu sering banjir kajiannya, sehingga pemerintah dengan program ini merencanakan pembangunan dengan survei tersebut. Materi kependudukan ini bisa berintegrasi untuk semua mata pelajaran,” tandasnya. (Fransisca / LintasPapua.com)