Polres Jayapura Bekuk Pelaku Pencurian Sekolah HIS Sentani

225
Kapolres Jayapura, AKBP. Gustav R. Urbinas, SH, S.IK., saat diwawancara (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)
Kapolres Jayapura, AKBP Gustav R. Urbinas, SH, S.IK. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Satu remaja putus sekolah berinisial JM (17) berhasil dibekuk tim gabungan Polres Jayapura, yakni Tim Paniki Polsek Sentani Kota dan Tim Cakra Intelkam Polres Jayapura. JM (17) ini merupakan pelaku pencurian di sebuah sekolah elit di wilayah Kota Sentani bernama Hillcrest Sentani School (HIS).

Kapolres Jayapura, AKBP Gustav R. Urbinas, SH, S.IK, di Mapolsek Sentani Kota, Kamis (9/11) kemarin siang mengatakan, pelaku pencurian ditangkap saat sedang mengkonsumsi minuman keras (Miras) di Kali Kampung Waris Sentani.

Jadi, dalam kurun waktu kurang lebih sekitar 12 jam, tim gabungan kita yang terdiri dari Tim Paniki Polsek Sentani Kota dan Tim Cakra Intelkam Polres Jayapura berhasil menangkap pelaku JM tanpa perlawanan, kata Kapolres Gustav didampingi Kapolsek Sentani Kota Kompol Hakim Sode dan Kasat Intelkam Polres Jayapura Iptu Budi Santoso, ketika menggelar konfrensi pers di Mapolsek Sentani Kota, Kamis (9/11/2017) kemarin siang.

Kapolres Gustav mengungkapkan, aksi pencurian yang dilakukan oleh pelaku JM (17), berawal saat para korbannya yang merupakan pelajar di sekolah Hillcrest Sentani itu sedang berada di dalam sekolah tersebut. Saat para korban keluar dari sekolah, korbannya mendapati kondisi loker penyimpanan barang-barang pribadi milik pelajar yang ada di sekolah tersebut sudah dalam keadaan rusak (berantakan) dan kondisi barang milik korban sudah raib.

Curiga dengan hal itu, dua dari tiga korban pencurian itu masing-masing Nathasya Angelia Sumardana (17) Warga Negara Indonesia dan Daniel Djordan merupakan Warga Negara Amerika Serikat, langsung datang membuat laporan polisi di Polsek Sentani Kota terkait tindak pidana pencurian yang terjadi di Hillcrest Sentani sekitar pukul 07.52 WIT, dengan nomor laporan polisi: 441/XI/2017/Sek Sentani Kota/SPK-I tertanggal 8 November 2017 pukul 08.00 WIT.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dalam penangkapan pelaku JM ini banyak sekali diantaranya, satu buah dompet panjang merk Ri Curl yang berisikan barang-barang seperti 3 lembar uang pecahan 1 dollar Amerika U$D, 1 lembar uang pecahan 20 dollar Amerika U$D, 5 buah uang koin pecahan Rp 1.000, 2 buah uang koin pecahan Rp 500, 1 buah uang koin dollar 1 Dime, 1 buah SIM A dan 1 buah SIM C atas nama korban Nathasya Angelia Sumardana,” ujarnya.

“Kemudian 1 buah ATM Bank Mandiri, 1 buah kartu nama Advokat, 1 buah kartu bertuliskan VIP Club, 1 buah kartu Salsa Food City, 1 buah kartu Love Your Body Club, 1 kartu Annual Pass dan 1 kartu Garuda Miles atas nama korban Nathasya, 1 buah kartu Optik Seis, 1 buah kartu Ultra mobile, 1 buah kartu Funcard atas nama korban, 1 buah kartu Chandra Cupta dan 1 buah kartu Loop Levis serta struk pembelian ATM Mandiri maupun belanja Saga Fresh Sentani,” sambungnya.

Saat penangkapan pelaku JM, lanjut Kapolres Gustav, tim gabungan langsung melakukan penggeledahan di dalam saku celana milik pelaku, mendapati 1 buah Flashdisk 16 GB merk Toshiba dan 1 buah Flashdisk  GB merk Photo Fast EVO Plus.

Kemudian barang bukti tambahan yang ditemukan dari hasil pengembangan dan disembunyikan disamping Kali Kampung Waris Sentani, yakni 2 buah kalkulator buatan Amerika Serikat dengan merk TI 84 Plus (Texas Insyruments), 1 buah buku The Scarlet Letter, 1 buah payung, 1 buah bindel buku-buku pelajaran milik korban, 1 tempat kaca mata, 2 buah dompet berisi alat-alat tulis, 1 buah buku catatan, 1 buah sisir dan 9 buah pensil tulis, jelasnya.

Penangkapan pelaku JM, dilanjutkan Kapolres Gustav menerangkan, berbekal hasil pengembangan TKP dan juga hasil rekaman kamera pengintai atau CCTV yang ada di sekolah tersebut, tim Paniki Polsek Sentani Kota dan tim Cakra Intelkam Polres Jayapura langsung bergerak ke lapangan guna berupaya mencari keberadaan pelaku.

“Tim gabungan kita mendapat informasi dari masyarakat terkait keberadaan pelaku yang sedang mengonsumsi Miras di Kali Kampung Waris Sentani. Dari informasi tersebut, tim gabungan langsung bergerak menuju sasaran guna melakukan pengintaian dan sekitar jam 8 malam tim berhasil membekuk pelaku JM (17) tanpa ada perlawanan. Kemudian pelaku diamankan ke Mapolsek Sentani Kota,” ungkapnya.

Pelaku JM (17) ini yang masih dibawah umur, dikatakan Kapolres Gustav, pihaknya tetap akan melakukan proses sesuai dengan pasal pencurian dan juga mengacu pada Undang-Undang (UU) peradilan anak.

Ya, mulai hari ini (kemarin) pelaku JM sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan. Serta akan kita proses sesuai Undang-Undang perlindungan anak Nomor 3 tahun 1997 Pasal 23 dan 24 tentang peradilan anak, tukasnya. (Irf / Koran Harian Pagi Papua)