Thursday, 23 Nov 2017
POLHUKAM

LP3BH Apresiasi Pangdam XVIII/Kasuari

Yan Christian Warinussy, dalam sebuah kegiatan (istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari kami mengapresiasi langkah Panglima Kodam (Pengdam) XVIII/Kasuari melalui Detasemen Polisi Militer (Den POM) Angkatan Darat nya dalam menyidik kasus  yang dilakukan oknum  TNI AD terhadap 3 (tiga) tersangka/tahanan Polres Manokwari.

Hal ini kami sampaikan Yan Christian Warinussy, selaku  Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari dam Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua/Peraih Penghargaan Internasional di Bidang HAM “John Humphrey Freedom Award” Tahun 2005 dari Canada.

“Karena selama 2 (dua) hari berturut-turut (Rabu, 8/11 dan Kamis, 9/11) pihak POM Angkatan Darat dari Kodam XVIII/Kasuari terus melakukan pemeriksaan dengan mengambil keterangan dari ketiga tahanan Polres yang juga sebagai saksi korban dalam kasus penganiayaan tersebut, yaitu Whisky Bosayor, Reiner Charly Manggaprouw dan Jimmy Korwa,” katanya.

Ketiga saksi korban yang 2 (dua) diantaranya adalah klien LP3BH Manokwari, yaitu Charly Manggaprouw dan Jimmy Korwa dimintai keterangan oleh 2 (dua) penyidik POM TNI AD dari Kodam XVIII/Kasuari yaitu Kapten CPM A.Sahroni dan Lettu CPM Aan Budiyanto dan berlangsung di ruang Kanit Idik I Pidana Umum Sat.Reskrim Polres Manokwari.

Baca Juga :  DPR Papua Setujui Raperdasi APBD Perubahan 2017

Sebagai Penasihat Hukum dari Charly dan Jimmy, saya sempat datang melihat pemeriksaan tersebut antara jam 14:00 hingga 15:00 wit dan mendapatkan fakta-fakta dari keterangan para saksi korban bahwa ketiganya “dibawa” masuk ke dalam ruang Mintu Reskrim Polres Manokwari.

Kemudian mereka bertiga (Whisky, Charly dan Jimmy) menerangkan bahwa mereka secara bergantian ditempeleng/ditampar di pipi kiri dan kanan, dipukul dengan tangan mengepal oleh oknum TNI.  Pemukulan terjadi pada bagian ulu hati ketiga tersangka/saksi korban tersebut di dalam ruang Mintu Sat.Reskrim Polres Manokwari.

Ketiga saksi korban juga mengaku dan menerangkan bahwa mereka bertiga juga ditendang oleh oknum anggota  TNI AD  tersebut.

Selama tindakan penyiksaan berlangsung di dalam ruang mintu, sama sekali tidak ada satu anggota polisi dari Polres Manokwari yang berada di dalam ruangan Mintu tersebut, termasuk para penyidik dari kasus yang disangkakan kepada ketiga saksi korban tersebut.

Juga diterangkan bahwa sejak mereka bertiga para saksi korban ditangkap dan ditahan di Polres Manokwari, rupanya ketiga oknum anggota TNI AD tersebut seringkali datang meminta keterangan tentang barang bukti senjata api (senpi) milik Kopassus TNI AD yang diduga hilang diatas KM.Gunung Dempo pada 3 Agustus 2017 lalu tersebut.

Baca Juga :  Sekda Papua Harap Kabupaten/Kota Komitmen Berantas Korupsi

Namun ketiga tersangka yang dalam kasus ini sebagai saksi korban berkali-kali menerangkan bahwa mereka tidak tahu keberadaan senpi tersebut, karena pada tanggal 3 Agustus lalu, mereka hanya membawa flash disk dan power bank saja.

Sedangkan sebuah tas kecil berwarna coklat yang berisi senpi tersebut telah diletakkan oleh korban Jimmy Korwa di bawah tong sampah di dek 7 KM.Gunung Dempo karena dia dan teman-temannya merasa takut dan mereka langsung turun dari kapal dan bergegas pulang ke rumah masing-masing.

Dengan demikian kami sebagai Penasihat Hukum tersangka/korban sangat berharap agar Pangdam XVIII/Kasuari dan jajaran penyidiknya dapat memproses kasus penganiayaan yang bersifat kontra penyidikan dan melawan hukum tersebut hingga ke pengadilan yang berwenang menurut hukum yang berlaku. (*)