Friday, 24 Nov 2017
Kesehatan

BKKBN Papua Gelar Diskusi Pembangunan Berwawasan Kependudukan

Suasana Diskusi bersama masalah kependudukan. (Fransisca /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua bersama BKKBN RI mengadakan Diskusi Persepsi Pembangunan Berwawasan Kependudukan Tingkat Provinsi, Kabupaten, Kota,program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga di Provinsi Papua.

 

Kegiatan berlangsung di Hotel@Hom Jayapura, Kamis (9/11/2017). Undangan masing- masing mewakili kabupaten, kota, provinsi sebanyak 55 orang dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Koalisi Muda Kependudukan dan Akademisi.

 

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Papua, Sarwandi, SE., menjelaskan, bahwa  tujuan kegiatana adalah mencapai kesepakatan bersama dari tingkat provinsi, kota dan kabupaten, karena selama ini dari pemerintah baru menggencarkan.

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua bersama BKKBN RI mengadakan Diskusi Persepsi Pembangunan Berwawasan Kependudukan Tingkat Provinsi, Kabupaten, Kota,program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga di Provinsi Papua. (Fransisca /LintasPapua)

“Diharapkan masyarakat, penduduk itu titik sentral pelaku dan penikmat hasil pembangunan,  bukan hanya sebagai penonton saja, pembangunan juga harus berkelanjutan, bisa di nikmati anak cucu kita, kearifan lokal positif juga tidak boleh di tingalkan, juga kepedulian kualitas di sekitarnya, dengan adanya pertemuan ini dari lintas sektor kita bisa memadukan kebijakan, untuk bersama sama menggarap program kesejahteraan penduduknya,” ujar  Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Papua, Sarwandi, SE.,

Baca Juga :  Bupati Watae Sosialisasikan Germas di HKN Tingkat Keerom

 

Sementara itu, Direktur Pemaduan Kebijakan BKKBN RI, Humphrey Apon menuturkan, bahwa disederhanakan saja, kalau kita punya anak kita juga ingin anak kita harus berhasil dan mampu dalam perekonomiannya.

“Perspektifnya kita membantu penduduk untuk punya kualitas dari bidang kesehatan,pendidikan, supaya sumberdaya manusianya lebih bagus, karena manusia yang dapat menantang masa depan adalah manusia yang punya kualitas mumpuni, yakin saja pembatasan akan anak itu di terjemahkan luas cukup bisa di Pahami, program KB tidak memusnahkan manusia, tapi membantu menata, kami membantu menata kesehatan ibu, anak dan keluarga,” jelasnya.

Suasana Diskusi Bersama. (Fransisca /LintasPapua.com)

Sementara itu, dijumpai di tempat yang sama, Ketua Koalisi Muda Papua, Aloysius Organis Dasilfa menuturkan, bahwa program KB paling banyak tidak di terima di provinsi Papua, namun tetap bermitra dengan BKKBN untuk memberikan advokasi kepada masyarakat untuk mesosialisasikan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga(KKBPK) di tingkat terbawah.

“Kami membantu masyarakat untuk memahami peran KB di Papua, sebenarnya masyarakat sangat antusias, namun kurang memahami program yang mampu mendukung kesejahteraan keluarga,” tandasnya. (Fransisca / LintasPapua.com)