Wali Kota BTM Resmi Lepas 27 Pendeta ke Israel

0
9
Sejumlah Pendeta yang hendak berangkat ke tanah Perjanjian Israel, tampak kesiapan di Bandara Soekarno - Hatta (AB Yomo Facebook)
Doa Pelepasan Keberangkatan di Auala Sian Soor Kantor Walikota. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM secara resmi melepas 27 pendeta yang berasal dari denominasi gereja yang ada di Kota Jayapura yakni Gereja Kristen Injili, Gereja  Sidang Jemaat Kristus Indonesia, Gereja Kristen Oikumene, Gereja Kristen Nazarene, Gereja Kristen Injil Indonesia, Gereja Pentakosta Di Papua, Gereja Pentakosta Di Indonesia, Gereja Bethel Gereja Pentakosta, dan Gereja Injil Di Indonesia, untuk melaksanakan ziarah rohani ke tanah perjanjian Israel.

 

 

Acara pelepasan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Sinode GKI di tanah Papua, Pdt. Hiskia Rollo, S.Th, Ketua Klasis Port Numbay, Pdt. Carlos Hein Mano, S.Th, M.Si, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Se-Kota Jayapura (PGGS), Pdt. DR. J. Wambrauw, M.Th, para Asisten dan beberapa pemimpin Organisasi Perangkat Daerah Kota Jayapura, serta pihak travel juga turut hadir. Adapun acara pelepasan tersebut dilakukan di Aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Sabtu (4/11/2017) kemari.

 

 

Mano mengatakan program keberangkatan masing-masing para pendeta ke tanah perjanjian  Israel dan ustad ke tanah suci Saudi Arabia, merupakan program pembinaan keagamaan yang telah diprogramkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura.

 

 

Menurutnya, program ini akan berlanjut hingga 2018 mendatang, yakni pendeta-pendeta yang belum berangkat akan mendapat kesempatan yang sama, melalui kordinasi dari Ketua Klasis Port Numbay.

 

 

“Setelah di lantik, saya langsung berpikir untuk bekerja sama dengan para hamba Tuhan yang ada di Kota Jayapura agar kota ini terus didoakan dan diberkati Tuhan. Atas dasar itulah, dengan jumlah anggaran yang sama, maka di tahun ini saya memberangkatkan 13 Ustad ke tanah suci untuk umroh dan 27 pendeta ke tanah perjanjian Israel,” ungkap Mano.

 

Sejumlah Pendeta yang hendak berangkat ke tanah Perjanjian Israel, tampak kesiapan di Bandara Soekarno – Hatta (AB Yomo Facebook)

Selain itu, Mano berpesan dan mengingatkan pihak travel yang menangani keberangkatan ziarah rohani tersebut untuk mengurusi keperluan dokumen perjalanan termasuk penginapan dan fasilitas lainnya dengan baik.

 

 

Sementara itu, Ketua Klasis Port Numbay, Pdt. Carlos Hein Mano, S.Th, M.Si berharap agar ziarah ke tanah perjanjian harus menumbuhkan spiritualitas yang baru dan para pendeta diingatkan untuk harus terus bersemangat dalam melayani Tuhan dengan cara memenangkan satu jiwa.

 

 

“Perjalanan ini akan sangat menguras tenaga, untuk itu para peserta rombongan ziarah dapat memanfaatkan waktu istirahat dengan baik karena akan mengunjungi tempat satu ketempat yang lain,” ujarnya.

 

 

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkot Jayapura yang telah memberikan kesempatan kepada para hamba tuhan untuk mengunjungi tanah perjanjian Israel dengan harapan Tuhan akan terus memberkati wali Kota Jayapura dan seluruh jajarannya.

 

 

Hal yang senada juga disampaikan oleh Ketua PGGS Kota Jayapura, Pdt. DR. J. Wambrauw bahwa jika ziarah rohani yang dilakukan ini sebagai sebuah rencana dan pengalaman yang baik maka para rombongan akan melihat Yesus. Sehingga ziarah ini bukan untuk melancong.

 

 

“Tetapi pergi untuk melihat dan menyaksikan tempat-tempat bersejarah yang disebutkan dalam Alkitab. Sehingga kita dapat mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus,” paparnya. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)