Wali Kota BTM Resmi Launching Pengoperasian Kapal Wisata Yotefa

0
794
KM Yotefa Milik Pemerinah Kota Jayapura, siap melayani Port Numbay. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM. saat meninjau suasana dalam Kapal Yotefa. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Dalam rangka menawarkan jasa transportasi laut bagi masyarakat untuk menikmati keindahan Kota Jayapura pada hari libur, Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM.,  secara resmi melaunchingkan pengoperasian Kapal Wisata Yotefa milik Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura bantuan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, bertempat di Pelabuhan Kontainer Jayapura, Sabtu (4/11/2017).

 

 

Acara launching tersebut, Wali Kota Jayapura di dampingi oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM dan dihadiri juga Wakil Ketua dan seluruh jajaran anggota DPRD Kota Jayapura, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kota Jayapura dan juga para Asisten yang turut menyaksikan dilaunchingkannya pengoperasian kapal wisata Yotefa.

 

 

Mano mengakui, Kota Jayapura memiliki banyak potensi dalam bidang pariwisata yang dapat dijadikan sebagai salah satu kota destinasi atau tujuan wisata di Papua, namun secara pengelolaannya belum di gali dengan baik sebagai upaya untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jayapura.

 

 

“Untuk itu dengan adanya kapal wisata ini masyarakat dapat memanfaatkannya pada hari libur untuk menikmati keindahan kota Jayapura di waktu malam. Mengingat setiap Sabtu malam dan Minggu banyak orang yang duduk di depan Kantor Gubernur Papua untuk menikmati keindahan kota di waktu malam. Oleh sebab itu, Pemkot Jayapura telah berupaya menyediakan kapal ini supaya digunakan oleh masyarakat Kota Jayapura,” harapnya.

 

 

Selain itu, Mano memaparkan kapal ini juga bisa digunakan sebagai tempat untuk menyelenggarakan rapat baik dari pihak Badan Usaha Milik Daerah atau Badan Usaha Milik Negara.

KM Yotefa Milik Pemerinah Kota Jayapura, siap melayani Port Numbay. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

 

Terkait dengan pengoperasiannya, Mano meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jayapura untuk dapat melengkapi dokumen operasionalnya seperti surat izin berlayar dan fasilitas pendukung lainnya termasuk lokasi dermaga untuk kapal berlabuh, tiket serta yang paling penting untuk memperhatikan keselamatan para penumpang.

 

 

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Jayapura, Elby Uneputti menyampaikan permohonan maafnya atas keterlambatan pengoperasian kapal wisata tersebut yang disebabkan oleh pengurusan kelengkapan surat-surat operasional kapal itu.

 

Sedangkan untuk dermaga tempat kapal berlabuh, menurut Elby, pihaknya akan membangun dermaga terapung di depan Terminal Mesran, pada 2018 mendatang.

 

 

Elby menjelaskan kapal wisata Yotefa dapat menampung sebanyak 80 orang.

 

“Kapal ini direncanakan akan beroperasi dua kali seminggu yakni pada Sabtu dan Minggu dengan rute mengelilingi kawasan di sekitar Teluk Yotefa selama 1 sampai 2 jam. Seperti ke Pasir 6, Kampung Enggros dan Tobati, bahkan bisa sampai ke daerah perbatasan RI-PNG,” ujarnya dalam laporannya kepada Wali Kota Jayapura.

Disinggung soal tiket, Elby mengungkap setiap orang akan dikenakan tarif sebesar Rp. 20.000,-. Sedangkan untuk penyewaan dikenakan biaya sebesar Rp. 7.000.000,- per hari.

Fasilitas penunjang lainnya yang dimiliki kapal itu ialah ruangan bawah ber-AC, kulkas, pentri atau tempat pemesanan makan dan minum, tempat duduk yang nyaman, teluncuran tepat di bagian belakang kapal dan ruang terbuka karaoke di lantai dua kapal. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here