Mengaku Hisap Rokok Anggur Kupu, Ternyata Ganja

214
Kapolres Keerom, AKBP. Muji Windi Harto, SIK, SH, bersama jajaran saat menunjukkan BB kasus ganja yang diserahkan Yonif 432 ke Polres Keerom, Kamis (2/11/2017) kemarin. (Rif / Koran Harian Pagi Papua)
Kapolres Keerom, AKBP. Muji Windi Harto, SIK, SH, bersama jajaran saat menunjukkan BB kasus ganja yang diserahkan Yonif 432 ke Polres Keerom, Kamis (2/11/2017) kemarin. (Rif / Koran Harian Pagi Papua)

Setalah Diamankan Satgas yonif 432/WSJ, Pelaku Kemudian Diserahkan ke Kepolisian

KEEROM (LINTAS PAPUA)Kasus ganja di Kabupaten Keerom kembali berhasil diungkap. Bahkan kali ini ditangkap sebanyak 4 orang pelaku/pengedar ganja di Arso Timur. Ironisnya, keempatnya berusia masih muda bahkan salah seorang diantaranya masih dibawah umur.

Pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan jajaran Satgas Pamtas Yonif PR 432/WSJ, saat patroli di kawasan Tower Telekomunikasi di Kampung Amyu pada Rabu (1/11) kemarin sekitar pukul 09.00 wit pagi, menemukan seorang anak yang belakangan diketahui bernama OR usia 14 tahun sedang mengisap ganja.

Meskipun saat ditanya sedang mengisap apa, ia mengelit dengan menyebut rokok anggur kupu, namun anggota mencurigainya dan belakangan diketahui ia sedang mengisap ganja. Dari sini  kasus dikembangkan hingga ditangkap lagi beberapa rekannya di perumahan PT TSP di Arso timur. Mereka adalah TM (20 tahun/pengedar), KR (21 tahun/Pengedar), WB (24 tahun/Pengedar) dan E (17 tahun/pemakai).

Barang bukti yang didapat pada kasus ini pun cukup banyak sekitar 700 gram lebih yang terdiri dari paket siap edar bungkus plastic kecil sebanyak 19 bungkus yang harga jual perpaketnya Rp.50 ribu. Ganja kering 8 kantong seberat 700 gram dan Ganja masih di tanam 2 batang siap panen

Danki C Yonif 432, Lettu inf Mika, dalam releasenya menyebut kasus tersebut akan segera diserahkan ke Polres Keerom untuk penanganan secara hukum. ‘’Kami berharap kepada orang tua selalu memperhatikan kegiatan putra-putrinya, sebab sekarang ini pengaruh lingkungan sangat tinggi dan harus mewaspadainya dan Narkoba maupun ganja ini sangat berbahaya,’’ungkapnya dalam releasenya kepada HPP.

Sementara itu, pada keesokan harinya Kamis (2/11), Kapolres Keerom, AKBP. Muji Windi Harto SIK, SH, membenarkan telah menerima penyerahan kasus ganja tersebut dari Satgas Yonif 432/WSJ. Dan para pelakunya serta BB pun telah diamankan di Mapolres Keerom.

‘’Benar kasus ini telah kami terima berkat bantuan rekan-rekan dari Satgas Yonif 432/WSJ, dan akan kita proses lebih lanjut. Untuk salah satu pelaku yang berusia dibawah umur akan kami lakukan diversi sesuai  UU perlindungan anak. Selain itu untuk kasus ini masih ada satu terduga pelaku yang telah kita kantongi namanya dan akan terus kita akan tangani,’’ungkapnya kepada wartawan di Mapolres Keerom, Kamis (2/11) kemarin didampingi Kabag Ops, AKP. Freky Machmoed.(rif / Koran Harian Pagi Papua)