Thursday, 23 Nov 2017
Lintas Papua

Jalan Web Rusak Parah, Bupati Keerom Diminta Penuhi Janji Kampanye

Jalan di Web Rusak Parah,  Namun Pembangunan Jalan yang Dijanjikan Tak Kunjung Dilakukan. (Rif /Koran Harian Pagi Papua)

Jalan di Web Rusak Parah,  Namun Pembangunan Jalan yang Dijanjikan Tak Kunjung Dilakukan.

KEEROM (LINTAS PAPUA)  –  Kondisi jalan yang rusak parah di beberapa kampung di Distrik Web, dikeluhkan masyarakat Web. Bahkan Sekretaris Kampung Somografi, Distrik Web, Marinus Palop, menyebut bahwa kondisi jalan tersebut adalah salah satu hal yang menyebabkan mereka menilai Bupati terpilih saat ini, Drs. Celsius Watae, tak memenuhi janji-janji yang disampaikannya saat kampanye.

‘’Kami dari masyarakat Web sangat menyesalkan model pembangunan yang dilaksanakan pemerintahan sekarang. Karena tidak sesuai dengan janji politik pada pilkada 2015 lalu. Dimana salah satu janji adalah pemenuhan infrastruktur jalan darat di Web,’’ungkapnya kepada Harian Pagi Papua, di Kompleks Kantor Bupati Keerom, Senin (30/10/2017) kemarin.

Ditambahkan bahwa hingga kini pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati telah dua tahun berjalan namun masyarakat di kampung-kampung di Web masih belum terakses jalan yang memadai.

‘’Masyarakat di kampung-kampung yang belum terakses jln darat sangat menderita, kami sesalkan pemerintahan bupati sekarang karena tedak sesuai dengan harapan kami dan tak sesuai janji kampanye dulu,’’lanjutnya.

Baca Juga :  Inilah Jawaban Ketidakhadiran Gubernur Saat Menteri ke Papua
Sekretaris Kampung Somografi, Distrik Web, Marinus Palop, (Rif / Koran Harian Pagi Papua)

Selain itu ia juga mengaku kecewa dengan anggota DPRD Keerom yang berasal dari wilayah III atau anak asli Keerom. ‘’Di DPRD keerom, kami juga sudah berusaha pilih anak asli, namun janji politiknya terkait jalan darat kepada masyarakat manis dalam kata namun pelaksanaannya tidak ada,’’ungkapnya.

Terpaksa berusaha untuk keluar dari jalan yag rusak parah. Semoga ada perhatian yang lebih baik untuk jalan yag ruska di Distrik Web. (Rif / Koran Harian Pagi Papua)

Bahkan ia menyebut jika hingga tahun 2018 jalan darat belum masuk ke kampung, maka ia dan masyarakat akan mengambil sikap. ‘’Jika jalan belum masuk, maka pada pemilihan DPRD besok kami tidak akan memilih mereka lagi. Kami akan cari anak anak kami yang terbaik, yang bisa paham dan siap memperjuangkan aspirasi kami,’’lanjutnya.

Selain itu ia juga mempertanyakan kunjungan Bupati Keerom. ‘’Bapak bupati kami mau tanya, kapan jalan masuk ke kampung kampung kami di Akarinda, Fafenumbu, Semografi, Tatakra dan seluruh kampung di distrik towe bisa tembus, kami cape jalan kaki terus. Bupati kami minta focus untuk membangun kawasan perbatasan,’’ pungkasnya.(rif /Koran Harian Pagi Papua)