Bupati Watae Ajak Pemuda Keerom Jadi Sponsor Memusuhi Narkoba

0
282
Bupati Keerom, Drs. Celsius Watae MH. saat membawakan sambutannya. (Rif / Koran Harian Pagi Papua)
Bupati Keerom, Drs. Celsius Watae MH. saat membawakan sambutannya. (Rif / Koran Harian Pagi Papua)

KEEROM (LINTAS PAPUA) –  Bupati Keerom, Drs. Celsius Watae MH, mengemukakan maraknya kasus Narkoba khususnya ganja di Kabupaten Keerom harus dijadikan musuh bersama untuk diperangi.

‘’Masalah ganja ini adalah masalah kita semua, jangan biarkan aparat bekerja sendiri, marilah kita perangi bersama terutama pemuda, Narkoba bukan hanya tugas aparat, tapi semua pihak termasuk pemuda. Para pemuda ini terutama KNPI harus berpikir solusi atas masalah ini,” ujar Bupati Keerom, Drs. Celsius Watae MH.

Dikatakan, bahwa mereka harus jadi sponsor bagaimana bisa mensosialisasikan bahaya Narkoba kepada anak-anak sekolah terutama SD maupun yang masih belum bergabung.

 

“Karena di Keerom masalah Narkoba ini bukan hanya sekadar isu lagi, kita di Keerom sudah menjadi produsen, marilah kita coba untuk selamatkan generasi kita kedepan. Karena 10—20 tahun lagi merekalah yang akan berkiprah di Keerom,’’ pungkasnya.

‘’Musuh besar yang kita hadapi bersama, perangi Narkoba bukan hanya tugas aparat, namun juga pemuda terutama KNPI bagaimana memberikan sosialisasi kepada ana SD dan keluarga – keluarga bagaimana mereka jauhi narkoba, bukan isu lagi, bahkan sudah jadi produsen, kita coba selamatkan generasi kita kedepan jangan sampai kita kehilangan generasi muda satu generasi,’’lanjutnya.

Terkait masih banyaknya jalan pilihan alternative atau jalan tikus yang ada di Keerom dan disinyalir menjadi salah satu pintu masuknya Narkoba dari Negara tetangga ke Keerom selanjutnya ke Jayapura, Bupati Keerom pun mengakuinya.

‘’Soal jalan tikus ini memang agak sulit kita halangi karena masyarakat kita dan masyarakat disana ada hubungan keluarga dan kekerabatan dan sejak dulu telah saling mengunjungi melewati batas Negara. Ini tak bisa kita larang namun kita perlu beri pengertian kepada dua pihak ini agar mereka yang datang kesini jangan bawa Narkoba sementara yang keluarga yang disini juga perlu diberi pemahaman agar jangan menerima kalau diberi paket seperti narkoba itu,’’pungkasnya.(rif /Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here