Friday, 24 Nov 2017
Berita Kenambay Umbay

Ribuan Warga Kenambay Umbay Ibadah Syukur Suksesi Pemilukada dan Kemenangan MARIO

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Lapangan Sepak Bola Hawaii Sentani, Jumat (3/11) kemarin sore dipadatkan ribuan masyarakat yang datang dari beberapa distrik untuk mengikuti perayaan Ibadah Syukur Suksesi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jayapura tahun 2017.
Sebelum perayaan ibadah syukur, ribuan masyarakat sempat mengarak Bupati dan Wakil Bupati Jayapura Terpilih Mathius Awoitauw – Giri Wijayantoro dengan cara melakukan konvoi dari Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura hingga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan memutar balik menuju lokasi acara perayaan ibadah syukur.
Mathius Awoitauw, SE, M.Si, didampingi istri terkasih Magdalena Luturmas Awoitauw dan kedua anaknya, Ketua DPRD Edison Awoitauw beserta tim tiba di lokasi acara tepat pukul 12.00 WIT. Sedangkan pasangan wakilnya Giri Wijayantoro didamping istri terkasih Aisah Wijayantoro dan sebagian tim pendukung juga tiba bersama di lokasi acara.
Ribuan masyarakat memadati lapangan tersebut, dengan suasana yang khidmat untuk mengikuti ibadah syukur sebagai bentuk ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas lawatan sera tuntunan-Nya hingga semua proses Pilkada dapat terselesaikan dengan baik.
Kendati di awal kedatangan Bupati serta Wabup terpilih dan saat dimulainya ibadah syukur sempat di guyur hujan gerimis. Namun sedikitpun tidak mengurangi, apalagi mengurungkan niat warga untuk datang dan meraikan rasa syukur kepada Tuhan. Sebab, warga sadari bahwa hanya karena Tuhan saja semuanya dapat terlaksana dengan sukses.
Suasana suka cita bercampur haru dapat terlihat secara nyata di raut wajah setia warga yang memadati lokasi ibadah syukur tersebut. Kebersamaan dan rasa kekeluargaan tergambar nyata sebagai wujud kesatuan dari masyarakat yang mendiami Bumi Khenambay Umbay.
Suasana haru dan sukacita warga berimbas kepada pemimpi  daerah ini yang terpilih melalui pesta demokrasi atau Pilkada di Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.
Dan dalam penyampaiannya, dirinya terlihat sedih bila mengingat perjalanan panjang dari proses Pilkada hingga PSU.
Walau bersedih namun terbesit harapan sebagai orang percaya, jika Tuhan turut berperkara atas semua rancangan manusia. Sebab rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera hingga boleh mendapat kemenangan.
“Pertama patut kita mengucap syukur kepada Tuhan atas kebaikannya, sehingga hari ini (kemarin) kita boleh berkumpul bersama dalam satu persekutuan guna menaikkan rasa syukur atas segala yang baik yang kita rasakan saat ini,” ucap Mathius Awoitauw.
Dikatakannya, dinamika menjelang dan pasca Pilkada hingga pelaksanaan PSU telah menguras banyak tenaga, pikiran dan mengundang perhatian banyak pihak. Namun semua telah di lalui dengan baik hingga saat ini karena itu semua ada dalam lindungan Tuhan.
“Saya mengajak semua pihak termasuk kandidat lain bersama tim sukses dan pendukung untuk maju bergabung bersama kami untuk membangun daerah yang kita cintai ini dalam kebersamaan dan kesatuan,” ajaknya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Buyakha, Demas Tokoro, SH dengan suara lantang menyerukan agar semua pihak yang kemarin berseberangan dalam Pilkada maupun PSU untuk bersatu dengan pasangan yang menang guna bersama-sama membangun daerah.
“Mari kita tinggalkan perbedaan yang ada selama ini, sebagai warga yang berbudaya kita hendaknya meninggalkan perbedaan serta mendukung kandidat yang menang,” seru Demas Tokoro yang juga tokoh adat di Kabupaten Jayapura.
Demas menyebutkan dalam sebuah pesta demokrasi seperti Pilkada tentu ada kalah dan menang. Tidak bisa semuanya menang.
Sebab itu, Demas yang juga pernah menjabat sebaagi Ketua Pokja Adat MRP mengharapkan, supaya pihak yang kalah agar dapat mengakui kekalahannya dan bergabung bersama yang menang demi pembangunan daerah.
Sementara itu, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua, Ustadz Umar Bauw Al-Bintuni menandaskan, Kabupaten Jayapura sebagai satu-satunya daerah di Papua yang telah mencanangkan sebagai Zona Integritas Kerukunan Umat Beragama telah membuktinya dengan menjaga kerukuanan, keamanan dan ketertiban selama Pilkada maupun PSU.
“Sekalipun kita ketahui bersama bahwa perjalanan proses Pilkada di Kabupaten Jayapura menghadirkan suasa yang kurang kondusif antar pendukung yang berpotensi terjadi konflik namun hingga akhir tidak terjadi konflik,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuktikan, lanjut Umar Bauw, jika masyarakat di Kabupaten Jayapura telah dewasa dalam berpolitik tetapi juga sadar akan pentingnya perdamaian dan kerukunan sebagai masyarakat yang mendiami daerah ini.
“Saya mengajak kita bersatu padu, bergandengan tangan merajut persatuan dalam semangat kebhinekaan kita membangun Kabupaten Jayapura kedepan yang lebih baik,” ajaknya. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)
Baca Juga :  3 OPD dan 2 BUMD Dinilai Belum Penuhi  Target PAD