RSUD Jayapura Siap Lakukan  Operasi Pasang Ring Jantung

0
67
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua, Elia Loupatty, saat diwawancara. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua, Elia Loupatty, saat diwawancara. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura dipastikan pada November mendatang melakukan operasi pasang ring jantung terhadap 10 pasien yang telah mendaftar sebelumnya.

Operasi jantung ini akan dilakukan oleh tim dokter dari RSUD Jayapura, kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan RS Harapan Jakarta.

Kepastian ini disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Setda Papua, Elia Loupatty, pada apel pagi sekaligus peluncuran RSUD Jayapura sebagai RS Pendidikan, Senin (30/10/2017).

Berkenaan dengan hal itu, Asisten mengimbau masyarakat Bumi Cenderawasih untuk tak perlu lagi jauh-jauh melakukan medical check up Jantung di Jakarta.

“Saya kira sekarangcukup konsultasi di RSUD Jayapura saja sebab RSUD Jayapura juga sudah ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan. Sehingga ini juga merupakan sejarah baru bagi kami di Papua”.

“Tak hanya itu, kita sudah akan mengoperasi pasien jantung di RSUD Jayapura. Tentunya kita harus bersyukursebab belum banyak rumah sakit pendidikan yang ada di Indonesia dan bisa mengoperasi pasien jantung,“ kata dia.

Meski sudah melakukan kerja sama dengan universitas dan beberapa rumah sakit ternama, lanjut dia, RSUD Jayapura masih akan berusaha melakukan pengadaan beberapa peralatan rumah sakit, sekaligus mendatangkan sejumlah dokter spesialis.

“Sebab dengan ditetapkannya RSUD Jayapura sebagai RS Pendidikan, tentu kita juga perlu meningkatkan kualitas SDM maupun peralatan yang ada. Supaya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan lebih baik dibanding sebelumnya,” ucap dia.

Sementara Dokter Spesialis Bedah Konsultan RSUD Jayapura, Donald Aronggear menyambut positif peningkatan status itu. Sehingga apabila ada kasus-kasus bedah,pihaknya tak perlu lagi merujuk pasien ke luar Papua, seperti Makasar atau Jakarta.

“Sebab kalau bisa ditangani di RSUD Jayapura dengan biaya yang relatif kecil, kenapa harus dibawa keluar,” ucap dia. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)