Wushu Papua Sumbang 3 Medali Perunggu di Kejurnas

0
4
Para Atlit Wushu usai menerima medali. (Geis Muguri /Koran Harian Pagi Papua)
Para Atlit Wushu usai menerima medali. (Geis Muguri /Koran Harian Pagi Papua)

JAKARTA (LINTAS PAPUA) – Imam Rochim, Hanok Demonsal Baimo dan Rahmad Renwarin  berhasil menyumbangkan medali Perunggu bagi kontingen Papua di Kejurnas Wushu Road To Asean  Games 2018 Jakarta Palembang. Yang berlangsung di Britama Arena Kelapa Gading 24-29 Oktober 2017.

Imam Rochim kelas 56 kg wushu sanda yang bermain di partai pertama semifinal menghadapi Jumanta asal DKI Jakarta kalah. Sementara rekan-nya Hanok Demonsal Baimo yang menghadapi Bayu Raka di kelas 60 kg, harus mengakui keunggulan Bayu Raka yang punya jam terbang yang cukup, sedangkan Hanok yang baru pertama turun di pertandingan wushu sanda kalah jam terbang.

Di kelas 75 kg Rahmad Renwarin yang menghadapi Ricky asal Jambi, harus melewati pertarungan seru. Kedua petarung itu rupanya saling serang hingga akhir pertarungan, namun Rahmad Renwarin  harus akui keunggulan Ricky dipertandingan yang berlangsung di Sabtu ( 28/10/2017) kemarin.

Pelatih Wushu Papua Subadio mengatakan iven ini merupakan iven tingkat tinggi untuk anak-anak menguji kemampuan anak-anak Pelatnas. Kami Papua masih mengucap syukur karena masih bis mendapatkan medali perunggu.

“Kita masih bersyukur karena bisa mendapatkan 3 medali perunggu,sedangkan Riau dan yang lain hanya mendapatkan 1 medali. Iven ini juga kita kalah bukan kalah yang telak tetapi hanya  kalah pengalaman tanding dan jm terbang. Ini menurut saya sudah sangat maksimal dari 3 medali perunggu ini juga atlit kita sudah berjuang habis-habisan di kejurnas ini,” kata Subadio Minggu (29/10/2017) kemarin.

Sementara itu Rahmad Renwarin menambahkan selama mengikuti babak penyisihan hingga melaju ke empat besar. Kami bisa mendapatkan hasil yang sangat baik dengan mendapatkan 3 medali perunggu itu semua dari perjuangan yang tidak sia-sia.

“Ini memang di luar dari target kita juga. Puji Tuhan kami bisa mendapatkan 3 medali perunggu, ini kami persembahkan kepada seluruh masyarakat Papua. Terima kasih sudah mendukung kami dalam doa, baik itu keluarga serta semua yang ada,” kata Rahmad Renwarin.

saat menerima medali hasil pertandingan . (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)

Kami juga akan berusaha bagaimana untuk kedepan bisa membina adik-adik yang ada di Papua. Harus ada regenerasi jangan sampai tidak ada kelanjutan dan orang lain yang masuk untuk melatih adik-adik di sini.

“Lebih baik kita di Papua yang bermain, hasil apapun itu kita harsu mengucap syukur saya rasa kedepan kitav harus latihan dan persiapan yang lebih baik lagi dengan semua prasarana yang lebih baik lagi. Bisa bermain beban, sang sak, sementara ini kita berlatih biasa saja dengan cara memukul dn menendang. Tapi adik-adik bisa bersaing di tingkat nasional, ini bukan pertandingan biasa ini adalah kejurnas dan mampu menyumbangkan medali perunggu di kejurnas,” paparnya. (Geis Muguri  /  Koran Harian Pagi Papua)