Teror Tembagapura, Sirene Kota Diaktifkan dan Karyawan Freeport Dilarang Keluar

0
710
http://ptfi.co.id/id
Tampak Aktivitas Dua Karyawan PT. Freeport Indonesia. (http://ptfi.co.id/id)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Masih berlangsungnya kontak senjata antara apparat penegak hukum dengan Kelompok Kriminal Bersenjata di wilayah tambang Freeport, surat edaran pun di keluarkan oleh perusahaan bagi karyawannya, Minggu (29/10/2017).

Dimana surat edaran itu berisi,  Sirene kota telah diaktifkan pada Minggu (29/10/2017) sekitar pukul 10.30 WIT, setelah kami menerima laporan mengenai tembakan di sekitar mile 67, diatas area Kawiki Shop.

Brimob telah merespon dan seluruh warga komunitas diminta tetap tinggal di dalam kediamaan masing-masing, sampai pemberitahuan lanjutan.

PT Freeport juga menghentikan konvoi kedua arah, akses jalan antara Hidden Valley dan Tembagapura ditutup. Kami akan memberikan update laporan perkembangan lainnya sesegera mungkin.

Sementara saat ini, aparat keamanan mengevakuasi warga dan karyawan PT Freeport Indonesia yang berada di lokasi penembakan Mile 66 dan Mile 67, Tembagapura. Langkah itu diambil menyusul aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang terjadi sekitar pukul 10.35 WIT.

Mereka menembak Pos Brimob di mile 67. Baku tembak tak terelakkan lagi antara KKB dan aparat keamanan. Ada sekitar lebih dari 5 kali tembakan yang terdengar dari kelompok bersenjata.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal membenarkan, adanya surat edaran yang dikeluarkan oleh perusahaan Freeport terhadap para karyawannya, agar tak keluar dari kantor pasca penembakan yang dilakukan oleh kelompok KKB.

Aktivitas Penambangan PT. Freeport Indonesia. (http://ptfi.co.id/id)

“Surat edaran itu dikeluarkan, agar karyawan berhati-hati dalam beraktivitas, sehinggga tak menjadi sasaran dari kelompok KKB,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar telah meminta bantuan kepada TNI untuk membantu mengatasi dan menangani kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kerap melakukan aksi penembakan di areal PT Freeport Indonesia, di Tembagapura, Kabupaten Mimika.

“Melalui Pangdam XVII/Cenderawasih, kami sudah meminta bantuan, sehingga personil TNI segera disiapkan dan bergabung dengan polisi di sana,” ungkapnya.

Ia mengatakan Kodam XVII/Cenderawasih pun tengah mempersiapkan personil yang akan diperbantukan ke Polri sehingga pengejaran terhadap KKB dapat dilakukan secara optimal. Belum adanya hasil dari pengejaran, menurutnya dilator belakangi kelompok bersenjata itu lebih mengenal dan menyatu dengan medan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

“Aparat keamanan tidak saja dihadapkan pada kondisi wilayah, tetapi juga cuaca yang sering kali sangat tidak bersahabat sehingga diharapkan dengan pengerahan personil gabungan Polri dan TNI, maka KKB dapat ditangkap,” katanya.

Sementara itu, Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI. George Supit mengatakan personil TNI siap membantu polisi mengejar dan menangkap kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan aksi penembakan di areal Freport.

Tampak iringan mobil pada ruas  jalan menuju ke Tembagapura (http://ptfi.co.id/id)

“TNI siap membantu polisi dan pengerahannya akan dilakukan setelah mendapat permintaan resmi dari Polda Papua,” ungkap Supit.

Supit menjelaskan, personil TNI yang disiapkan itu nantikan akan diperbantukan ke Polda Papua, sehingga bersama-sama dengan polisi melakukan pengejaran guna menangkap kelompok KKB.

“Untuk jumlah yang kami terjunkan yakni 1 Kompi atau sama dengan 30-50 personil. Namun, mereka semua hanya BKO bagi Polda Papua, sebab operasi ini sepenuhnya dibawa kendali Polda Papua,” tegasnya. (jrp/ay / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here