Dua Kali Gempa di Jayapura, Namun Tidak Berpotensi Tsunami

111

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Kepala Balai Besar BMKG Wilayah V Jayapura, Slamet Suyitno Raharjo, S.Si, M.Si., mengatakan,  pada hari Sabtu, tanggal 28 Oktober 2017, terjadi gempabumi tektonik di wilayah Kota Jayapura dengan guncangan yang dirasakan hingga Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom .

Hasil analisis Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (GMKB) Wilayah V Jayapura  mencatat, bahwa informasi menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pada pukul 21:15:21 WIT dengan kekuatan M = 4.7 SR.

“Pusat gempabumi terletak pada koordinat 2.55 LS-140.87 BT, tepatnya di laut pada 18 Km Tenggara Kota Jayapura-PAPUA dengan kedalaman 10 Km, akibatnya penjalaran getaran gempa dirasakan signifikan,” ujar Slamet Suyitno Raharjo, dalam press release yang diterima media ini, Minggu (29/10).

Sementara itu,  Dari laporan masyarakat, dampak gempabumi berupa guncangan yang dirasakan di Kota Jayapura dengan intensitas II SIG (IV MMI), Sentani dan Keerom II SIG-BMKG (III MMI), serta dilaporkan menyebabkan kerusakan berupa runtuhan plafon di Bioskop XXI Mal Jayapura dan lobi gedung lantamal AL Hamadi.

 

Ditinjau dari kedalaman hiposenter, gempabumi ini merupakan gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal yang melintas di wilayah Kota Jayapura.

“Gempabumi ini tidak berpotensi tsunami, karena kekuatannya tidak cukup besar untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami,” tutur Kepala Balai Besar BMKG Wilayah V Jayapura, Slamet Suyitno Raharjo, S.Si, M.Si.

Hingga saat ini, telah terjadi gempa susulan sebanyak 1 kali dengan kekuatan M=4.0 SR pada pukul 22:06:56 WIT. Sementara info melalui pesan singkat yang diterima adalah Info Gempa Mag 4.7 SR, 28-Okt-17 21:15:21 WIT, Lok:2.55 LS-140.87 BT (di laut, 18 km Tenggara KOTA JAYAPURA-PAPUA),Kedalaman: 10km, drskn di Jayapura III-IV MMI ::BMKG-PGR V.

Masyarakat dihimbau, agar tetap tenang. Khusus masyarakat di daerah pesisir pantai dihimbau, agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, karena gempa bumi yang terjadi Tidak Berpotensi Tsunami.  (Fransisca  /LintasPapua.com)