Banyak Bangunan Liar Tanpa Saluran Penyebab Tergenangnya Air

0
604
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM saat meninjau lokasi yang terendam air
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM saat meninjau lokasi yang terendam air di Kelurahan Hamadi, Rabu (25/10).

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) Banyaknya bangunan liar yang berdiri tepat di atas selokan atau saluran air dan kali di Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan menyebabkan kompleks Hamadi Rawa 2 dan Rawa 3 digenangi air akibat hujan deras semalam yang terjadi pada Rabu (25/10) lalu.

Menyikapi hal itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM meninjau langsung ke lapangan dan mengecek lokasi tersebut di Kelurahan Hamadi, Rabu (25/10/2017).

Menurut Rustan, “Dari pengamatan kami dilapangan, hampir semua gang terendam banjir bahkan air sampai masuk ke rumah-rumah warga. “Selaku Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, kami langsung mengambil langkah awal dengan mengecek alur pembuangan saluran air keluar hingga ke muara di laut,” ujarnya.

Berdasarkan pantauannya, Rustan menemukan banyak bangunan-bangunan termasuk rumah dan kios-kios tempat jualan warga setempat yang di bangun diatas kali dan selokan air sehingga menghambat saluran air keluar ke laut atau muara. Sehingga dampaknya itu kembali dialami oleh warga sendiri.

Oleh sebab itu, dikatakannya Pemkot Jayapura meminta agar masyarakat dapat memahami hal ini dan ikut berpartisipasi membantu Pemkot Jayapura untuk segera memindahkan atau membongkar bangunan yang telah di bangun warga diatas saluran air bahkan di kali sekalipun.

“Kondisi ini sangat memprihatikan, yang jelas musibah banjir ini juga terjadi atas ulah kita manusia karena membangun rumah dan tempat usaha diatas saluran air, dimana warga telah melanggar aturan tata Kota Jayapura. Untuk itu, saya minta kepada Lurah dan RT/RW setempat harus tegas dan konsisten untuk segera menertibkan dan memindahkan bangunan-bangunan tersebut dari atas saluran air, bahkan jangan sampai ada lagi bangunan rumah dan kios yang dibangun diatas saluran. Karena ini sangat menyulitkan dan menghambat air untuk mengalir sampai ke muara terakhir,” tegasnya.

Rustan memaparkan untuk mengatasi genangan air tersebut, tahap pertama yang akan dilakukan pihak Pemkot Jayapura ialah langsung menurunkan alat berat guna melakukan pengerukan dan pembersihan drainase atau selokan saat itu juga. Kemudian, tahap kedua ialah, Pemkot Jayapura melalui Kelurahan dan RT/RW akan berkoordinasi dengan pemilik bangunan dan kios yang ada di atas saluran air dan kali untuk segera membongkar bangunannya, agar alat berat tersebut dapat leluasa bekerja saat menggali sampai ke pembuangan muara keluar.

“Untuk itu, kami minta RT/RW berperan aktif membantu menertibkan dan memberikan penjelasan dan pemahaman yang baik agar pemilik bangunan itu dapat memindahkan bangunannya. Sehingga jika sudah tuntas dilakukan, maka yakin dan percaya banjir dapat diatasi atau Hamadi akan bebas dari banjir,” paparnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan media ini di lapangan, para pemilik bangunan dan warga lainnya bersepakat dengan Pemkot Jayapura, akan memindahkan bangunannya sehingga pengerukan dapat berjalan tanpa hambatan. Selain itu juga, banyak warga mengeluhkan keterlambatan kehadiran Kepala Kelurahan Hamadi, Raimon Karet yang seharusnya mendampingi Wakil Wali Kota Jayapura dari awal peninjauan. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here