5.420 Kampung di Papua Akan Terima Dana Desa Rp. 4,3 Triliun

Asisten Bidang Umum Setda Papua,  Elysa Auri.

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) Pemerintah Provinsi Papua mengimbau semua pihak yang mengelola uang negara, wajib memastikan agar satu rupiah  yang turun, benar-benar dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh  Assisten Bidang Umum Setda Provinsi Papua, Elysa Aury, Kamis kemarin.

Berkenaan dengan itu, dirinya  mengimbau,  seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun pihak ketiga yang menjadi rekanan, wajib memastikan seluruh dana yang dikelola, mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Baik di perkotaan maupun di perkampungan. Mengapa hal ini wajib, sebab yang negara ini tak ditujukan untuk mensejahterakan masyarakat kita. Makanya, jangan sampai tak tepat sasaran apalagi di selewengkan,” terang  Elysa Auri, di Jayapura, Kamis kemarin.

Dikatakan, tidak hanya kepada program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pengelolaan dana desa pun menjadi perhatian pemerintah provinsi. Oleh karenanya, dia meminta PT Devisat Utama Karya selaku perusahaan yang menang dalam proses pengawalan program dana desa untuk Papua, mampu bekerja maksimal mengawasi penggunaan dana desa di 29 kabupaten/kota.

“Sebab tak bisa disangkal dana desa ini memiliki jumlahnya sangat besar. Dilain pihak, rawan untuk diselewengkan. Makanya, perusahaan yang menang tender saya minta untuk bisa memastikan, agar dana ini serupiah pun wajib dianggarkan untuk kepentingan masyarakat bisa pribadi,” imbau dia.

KEINDAHAN TELUK YOUTEFA. Sebagian daerah masih ditanam pohon sagu hingga holtekamp sampai Kampung Skouw dan sekitarnya. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Elysa menambahkan, di Papua jika tidak bekerja dengan hati, biar uang sebanyak apapun akan hilang begitu saja. “Makanya saya titipkan pesan ini kepada perusahaan pemenang tender” sambungnya.

Karenanya, dia meminta agar perusahaan pemenang tender dapat membantu semua pedagang yang ada di kampung-kampung, guna menghindari adanya hasutan yang bisa melemahkan ekonomi masyarakat.

Sebelumnya, Elysa mengharapkan penggunaan dana desa tak sampai keluar dari kampung, tetapi dipergunakan seluas-luasnya untuk kepentingan masyarakat, baik di bidang perekonomian maupun pembangunan.

Kampung Yahim, menjadi tujuan awal untuk naik jonson menuju Kampung Abar dan kampung lainnya sekitar Danau Sentani. (Eveerth Joumillena /Koran Harian Pagi Papua)

“Yang pasti dana desa itu harus dipergunakan untuk mensejahterakan masyarakat kampung itu sendiri,” imbaunya

Lanjut dia, pada 2017 ini, dana desa dari pemerintah pusat yang turun ke Provinsi Papua berjumlah sekitar Rp 4,3 triliun. Dana ini akan disebar pada sebanyak 5.420 kampung.

“Untuk itu, diharapkan peran dari para tenaga pendamping agar ikut memberi edukasi yang baik kepada aparat kampung, supaya dana besar yang dikelola tersebut bisa tepat sasaran,” harapnya. (win/Koran Harian Pagi Papua)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...