Mathius Awoitauw – Giri Wijayantoro Ditetapkan Pimpin Kabupaten Jayapura 2017 – 2022

0
38
Komisioner KPU Papua, Beatrix Wanane, Ketika Menyerahkan SK Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Jayapura kepada Mathius Awoitauw dan Giri Wijayantoro. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)
Komisioner KPU Papua, Beatrix Wanane, Ketika Menyerahkan SK Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Jayapura kepada Mathius Awoitauw dan Giri Wijayantoro. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Mathius Awoitauw dan Giri Wijayantoro, resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayapura periode 2017-2022,  melalui  Pelaksanaan Rapat Pleno Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Jayapura oleh KPU Papua, Kamis (26/10/2017)

 

Penetapan ini sebagaimana hasil rapat pleno penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Jayapura yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua selaku penyelenggara KPU Kabupaten Jayapura, yang juga sesuai dengan sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI.

Sehingga menetapkan Paslon nomor urut 2, Mathius Awoitauw, SE, M.Si dan Giri Wijayantoro sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Jayapura periode 2017-2022 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jayapura Nomor: 83/Kpts/KPU.Kab.Jpr/030.434090/2017 tentang penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih dalam Pilkada Kabupaten Jayapura Tahun 2017.

Rapat pleno penetapan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor KPU Provinsi Papua, di Jalan Soa Siu, Dok II Jayapura, Kamis (26/10) kemarin malam ini dihadiri langsung oleh Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy didampingi empat Komisioner KPU Provinsi Papua diantaranya Izak R. Hikoyabi, Musa Sombuk, Beatrix Wanane dan Tarwinto, juga dihadiri pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw dan Giri Wijayantoro.

Turut dihadiri Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Fegie Y. Wattimena, anggota Tim Koalisi Jayapura Baru Jilid II, Dandim 1701/Jayapura, Letkol Inf. Nova Ismailiyanto, Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri, Anggota DPRD Kabupaten Jayapura dan sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Mathius Awoitauw dan Giri Wijayantoro, resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayapura periode 2017-2022. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy kepada wartawan usai rapat pleno penetapan mengungkapkan, bahwa pihaknya selaku KPU Kabupaten Jayapura telah menyelesaikan Pilkada di Kabupaten Jayapura dengan baik. Meskipun masih ada kekurangan-kekurangan yang terjadi. Namun hal itu akan menjadi bahan evaluasi untuk kedepannya menjadi lebih baik.

“Jadi, penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Jayapura tahun 2017 telah selesai dengan adanya penetapan yang kita lakukan pada malam ini (kemarin) terhadap calon bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw dan Giri Wijayantoro,” imbuhnya.

Adam Arisoy mengatakan, rapat pleno penetapan Pilkada Kabupaten Jayapura ini berdasarkan amanah dari PKPU Nomor 7 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas PKPU Nomor 3 Tahun 2016 tentang tahapan dan jadwal pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota.

“Ya, ini putusan mengikat serta bersifat final dan putusan MK pada tanggal 23 Oktober 2017 lalu, dengan amar putusannya mengadili dan mengabulkan eksepsi termohon serta pihak terkait dan menolak eksepsi dari para pemohon,” ucapnya.

 

Lanjut Adam berujar, pihaknya menyerahkan hasil pleno penetapan kepada DPRD Kabupaten Jayapura, untuk selanjutnya dilakukan pleno penetapan oleh DPRD dan DPRD selanjutnya menyurat kepada Kemendagri melalui Gubernur Provinsi Papua untuk menerbitkan Surat Keputusan (SK) Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Jayapura.

Suasana Penandatanganan Berita Acara Penetapan oleh KPU Papua  (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)

Untuk itu, kami harap selanjutnya adalah konsolidasi demokrasi. Jangan ada lagi pengkotak-kotakan, dan semua harus lebur kembali dan bersatu dalam cita-cita pembangunan Kabupaten Jayapura, harapnya.

Ketika ditanya terkait aksi Walk Out (WO) dari salah satu pasangan calon (Paslon), Ketua KPU Papua Adam Arisoy menjelaskan bahwa keputusan MK ini bersifat final dan mengikat. Sehingga pihaknya mengharapkan agar semua pihak untuk menghargai proses yang telah berjalan ini.

“Ya, kita anggap mereka tidak paham akan aturan. Sehingga kita harapkan mereka harus memahami proses yang telah berjalan selama ini,” tegasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Terpilih Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, menuturkan bahwa selama ini tidak ada pengkotak-kotakan terhadap masyarakat Kabupaten Jayapura, yang terjadi hanya di tingkat elitnya saja.

Sebab itu, kata Mathius, pihaknya mengharapkan dengan berakhirnya proses Pilkada Kabupaten Jayapura ini maka semua pihak harus menghargai proses yang telah berjalan selama ini.

Pilkada serentak pada tanggal 15 Februari 2017 lalu itu telah berjalan dengan baik. Begitupun dengan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada tanggal 23 Agustus 2017 lalu, semuanya juga berakhir dengan penuh suka cita, bebernya.

Suasana Penyerahan Dokumen Penertapan oleh Anggota Komisioner KPU Papua, Tarwinto. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

Dengan adanya pleno penetapan ini, lanjut Mathius menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat di Bumi Khenambay Umbay. Yang mana, telah menyalurkan aspirasi suaranya baik pada Pilkada Serentak maupun pelaksanaan PSU lalu.

“Masyarakat juga telah ikut menjaga kamtibmas, sehingga suasana di Kabupaten Jayapura tetap kondusif, dan ini tidak seperti daerah lain. Oleh karena itu, saya harap masyarakat terus menjaga kondisi daerah yang sudah kondusif saat ini, sehingga tidak terjadi hal-hal yang merugikan kita semua,” tambahnya.

Senada dengan hal itu, Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Jayapura, Giri Wijayantoro menyebutkan bahwa perjalanan demokrasi di Kabupaten Jayapura itu cukup menyita banyak perhatian. Meskipun begitu, pihaknya mengharapkan Kabupaten Jayapura menjadi contoh yang baik bagi daerah-daerah lain, mengingat penyelenggaraan Pilkada Serentak tidak berakhir dengan konflik.

“Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah sabar menunggu proses ini. Hal ini menjadi catatan penting bahwa menyelesaikan sesuatu itu harus melalui musyawarah untuk mufakat, dan bukan dengan hal-hal yang tidak berkenan,” cetusnya.

Suasana Prosesi Penetapan. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)

Sekedar diketahui pada saat pelaksanaan Rapat Pleno penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Jayapura ini, dihadiri oleh pasangan calon (Paslon) nomor urut 5, Jansen Monim dan Abdul Rahman Sulaiman.

 

Namun beberapa saat kemudian, kedua pasangan calon ini melakukan aksi Walk Out (WO) atau keluar dari ruang rapat bersama dengan tim pendukungnya. (Irf /Koran Harian Pagi Papua)