Kalah 5-17 dari DKI Jakarta, Tim Rugby Putra Papua Menempati Peringkat Kedua

0
92
Laurensius pemain tim rugby putra Papua saat membawa bola melewati lawan (husyen abdillah/ Harian Papua)

 

Laurensius pemain tim rugby putra Papua saat membawa bola melewati lawan
(husyen abdillah/ Harian Papua)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Kalah tipis menghadapi tuan rumah DKI Jakarta dengan skor 5-17, Tim Rugby Putra Papua harus puas menempati urutan kedua dalam partai final Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rugby 7S tahun 2017 yang digelar di GOR Soemantri Bodjonegoro, Kuningan Jakarta Selatan pada Kamis (26/10/2017) malam.

Tim putra Papua lolos ke babak final setelah mengalahkan Tim rugby dari Propinsi Banten dengan skor 45-0 dan sekaligus yang ingin membalas kekalahannya atas tim DKI Jakarta dibabak penyisihan tak mampu terpenuhi.Laga final antara Papua dan DKI Jakarta berlangsung sangat ketat dan sangat menyedot perhatian penonton yang memadati GOR Kuningan.

Sejak babak pertama dimainkan, tim putra Papua langsung tancap gas dengan langsung mengepung para pemain Jakarta.Dari menit awal hingga menit ke empat anak-anak Papua mampu menguasai jalannya pertandingan. Tim DKI Jakarta yang merupakan pemain-pemain Timnas yang baru pulang ikut Asian Games sempat kewalahan dan hingga menit ke 6 skor masih imbang 0-0.

Tim Papua yang tidak mengantisipasi pemain DKI Jakarta bahkan kebobolan dengan sebuah serangan cepat sehingga Andri dari DKI Jakarta mampu membuat try (poin) lima sehingga membawa keunggulan 5-0. Kebobolan lima poin ini coba dikejar anak-anak Papua , namun wasit asal Malaysai Muhammad Zamrud mengakhiri laga Papua tertinggal 0-5.
Dibabak kedua, Papua yang tertinggal langsung bangkit dan coba menguasai permainan dengan mengandalkan Laurensius, Ronald Demena, Jemmy Yanengga. Alhasil dimenit ke 7, Tim Papua melalui Laurensius mampu menyamakan kedudukan setelah mampu melakukan try sehingga skor berubah menjadi 5-5.

Manager Rugby Papua,  Fernando Yansen Tinal saat menyalami para pemain setelah berhasil menang dengan penampilan memukau lawan Sumsel di lapangan GOR Kuningan Jakarta, Kamis (26/10/2017 (Husyen Abdillah / Harian Papua)

Skor sama kuat membuat permainan semakin ketat dan tensi tinggi.Hal ini terlihat dari beberapa kali wasit harus mengeluarkan peringatan dan bahkan tackle keras dari pemain Papua, Robby Sanadi yang menghalau lawan terlalu tinggi sehingga harus diusir keluar lapangan pertandingan setelah mendapatkan kartu kuning dan tim Papua harus bermain dengan enam pemains elama hampir 3 menit.

Kekurangan pemain inilah yang menjadi bencana bagi Papua. Dengan unggul pemain DKI Jakarta mencuri dua kali try dengan poin 10 dan sekali tendangan bebas dengan nilai 2 sehingga DKI Jakarta unggul 17-5. Disisa waktu babak kedua sebenarnya Papua mampu mendapatkan peluang beberapa kali namun pelanggaran yang jelas-jelas harusnya diberikan kepada Papua sebaliknya wasit tak memberikan hukuman atau peringatan kepada pemain DKI Jakarta.

Sempat terjadi ketegangan dimenit akhir, dimana salah seorang pemain Papua Jhon Wally di tackle cukup keras sehingga mengalami cedera.Para pemain dan sejumlah official berusaha melakukan protes kepada wasit namun wasit tak mengambil tindakan apapun.Hal ini awal yang memicu terjadinya protes dari tim Papua kepada panitia pelaksana.

Walaupun mendapat reaksi protes dari pemain dan official, wasit tetap pada keputusan dengan tidak memberikan hukuman. Walaupun pertandingan sempat dilanjutkan dan hingga wasit mengakhiri laga, skor 17-5 untuk kemenangan DKI Jakarta tetap bertahan.Dengan skor ini sekaligus mengantarkan DKi Jakarta tampil sebagai juara.
Dari pantauan Harian Papua, usai pertandingan sejumlah peman dan official langsung mendatangi meja pertandingan untuk melakukan protes atas kepemimpinan wasit Muhammad Zamrud.Mereka menilai wasit berpihak kepada tuan rumah.

Hasil lengkap Kejurnas Rugby 7S tahun 2017 di bagian putra, Tim DKI Jakarta tampil sebagai juara dua, Papua sebagai juara kedua sementara diperingkat ketiga ditempati Tim dari Propinsi Banten setelah mampu mengalahkan Tim Jawa Barat dengan skor 12-0.

Setelah dilakukan penyerahan tropy dan medali, Kejurnas diakhiri dengan upacara penutupan yang dilakukan oleh Ketua Umum PRUI Pusat Didik Magribi. Dalam acara penutupan tersebut panitia juga mengumumkan 48 pemain putra putri yang dipanggil memperkuat Timnas Rugby untuk menjalani TC persiapan Asian games 2018. (Tim Humas Rugby Papua)