Balai Bahasa Papua Gelar Seminar Penguatan Pendidikan Karakter

0
135
Suasana Pemateri saat kegiatan seminar. (Fransisca/LintasPapua.com)
Suasana Pemateri saat kegiatan seminar. (Fransisca/LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Balai bahasa Papua mengelar seminar kabahasaan 2017 dengan mengangkat tema: penguatan pendidikan karakter bangsa melalui pembelajaran bahasa dan sastra, sebagai puncak acara bulan bahasa yang sudah terlaksana mulai bulan september 2017, di Balai Bahasa Papua di Jalan Yoka, Rabu (25/10/2017).

Kegiatan ini, sekaligus menyerahkan hadiah Lomba Musikalisasi Puisi, Lomba Mendongeng, Lomba Sayembara Penulis Puisi, Cerpen dan Cerita Rakyat, juga Lomba Revitalisasi Bahasa Sentani. Dihadiri 100 peserta dari kepala sekolah SD, SMP Kota dan Kabupaten Jayapura.

 

 

Dalam kesempatan menghadirkan pembicara dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua dan PGSD Universitas Cendrawasih untuk memaparkan kebijakan pendidikan karakter Papua. Di Jayapura.

 

Ketua Panitia, Normawati, MPd., saat diwawancara. (Fransisca/LintasPapua.com)

,Ketua Panitia, Normawati, MPd., mengatakan, bahwa  karakter merupakan hal penting dalam bernegara dan berbangsa, hilangnya karakter menyebabkan hilangnya generasi penerus, karena karakter berperan sebagai kemudi, memang karakter datang dengan sedirinya tetapi harus di bangun menjadi bangsa bermartabat.

 

 

 

 

“Pembangunan karakter bangsa mampu menumbuhkan, memperkuat jati diri bangsa, menjaga keutuhan negara, membentuk manusia dan masyarakat Indonesia beraklak mulia yang bermatabat,” katanya.

 

 

Peserta yang mengikuti kegiatan. (Fransisca/LintasPapua.com)

Sementara itu,  Kepala Balai Bahasa Papua, Toha Machsum, M.Ag., menuturkan,  dalam bulan bahasa yang jatuh pada bulan oktober, pihaknya selalu mengadakan seminar.

“Sebelum seminar kami mengadakan berbagai macam lomba, kami berharap para pemenang lebih giat, produktif, agar terasah imajinasi, nalar, meningkat perolehan kosakatanya,” jelasnya.

 

Kepala Balai Bahasa Papua, Toha Machsum, M.Ag. (Fransisca /LintasPapua.com)

Dikatakan, peran  balai bahasa dalam rangka memasyarakatkan bahasa dan satra menguatkan karakter, bagaimanapun bahasa dan satra memiliki pesan moral yang bagus.

“Jadi dari situ pembaca bisa mengunakan buku sebagai bahan literasi sebagai bahan bacaan yang harus di biasakan,membiasakan diri menulis dan membaca, supaya budaya membaca kita yang diangap  rendah bisa terus meningkat,” tuturnya.

 

 

 

 

Sementara itu, Budayawan, sekaligus sebagai Pemenang Lomba Sayembara Cerita Rakyat, Stev. Marthens Rewang, SMST, MST. Saya sendiri rasa bangga dengan kegiatan yang di adakan oleh Balai Bahasa ini sangat bagus , khusunya dalam pendokumentasian cerita rakyat, sehingga orang bisa kenal Papua, yaitu bagaimana lewat cerita ini, juga bisa mengenal latar belakang kehidupan orang Papua.

Pemenang Lomba Sayembara Cerita Rakyat, Stev. Marthens Rewang, SMST, MST, saat diwawancara. (Fransisca/LintasPapua.com)

“Saya mendukung kegiatan Balai Bahasa Papua, bahkan kalau bisa setiap tahun kegiatan cerita rakyat ini di adakan supaya banyak dongeng dan cerita terkumpul, dari cerita rakyat ini kita juga bisa melihat karakteristik asli Papua,” akuinya. (Fransisca /LintasPapua.com)