Wali Kota BTM Realisasikan  Penyambungan Air Bersih, Pempus Hibahkan Rp. 3 Miliar

0
39
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., saat memberikan keterangan diruang kerjanya. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., saat memberikan keterangan diruang kerjanya. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., membuktikan pelayanannya dengan gencar dan terus melakukan inovasi hingga direncanakan pada tahun 2018 mendatang, Pemerintah Pusat (Pempus) dalam hal ini melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia akan menhibahkan dana sebesar Rp.3 miliar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura yang akan digunakan untuk penyambungan air bersih bagi 1.000 rumah warga di Kota Jayapura yang berpenghasilan rendah.

 

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM saat mengikuti lokakarya dalam rangka program hibah air minum perkotaan tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian PUPR RI Direktorat Jenderal Cipta Karya, yang berlangsung di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (24/10) kemarin.

“Kehadiran saya dalam mengikuti kegiatan lokakarya ini, tentu merupakan salah satu wujud komitmen saya sebagai kepala pemerintahan daerah untuk membantu masyarakat Kota Jayapura yang berpenghasilan rendah yang membutuhkan air minum agar dapat tersalurkan dengan baik,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Mano meminta kepada pihak PDAM Jayapura agar melakukan pemetaan secara baik, terhadap masyarakat kota di lima distrik yang berpenghasilan rendah, agar penyaluran air bersih itu tepat sasaran. Karena diakuinya, air minum atau air bersih sangat penting bagi kehidupan masyarakat Kota Jayapura.

Untuk penyaluran dana hibah ini, menurutnya akan mengalami peningkatan setiap tahun,”tahun ini Pemkot mendapatkan 3 milyar dan setiap tahunnya Pemkot sertakan modal pada PDAM Jayapura, dan tahun depan kita sudah dapat Perda kan atau buat peraturan daerah bersama DPRD Kota Jayapura,” imbuhnya.

Terkait air bersih, Mano memaparkan pihaknya masih mendapat keluhan dari warga di seluruh wilayah Kota Jayapura, maka itu ia harapkan masyarakat jangan membocorkan pipa-pipa PDAM yang ada di ruas jalan, diakuinya, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan aparat kepolisian untuk melakukan pengawasan dan memberikan tindakan tegas atas hal-hal yang merugikan orang lain.

Keindahan Teluk Youtefa, tampak Hamadi Tobati dan Holtekamp yang masih dilalui dengan perahu, sehingga akan dibangun jembatan penyeberangan. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Sementara itu, Wakil Direktur Umum PDAM Jayapura, Entis Sutisna, SE, MM menambahkan program dana hibah ini merupakan program percepatan dalam rangka peningkatan akses masyarakat memperoleh layanan air minum di seluruh kota dan kabupaten yang ada di Indonesia. Dimana sekitar 252 pemerintah daerah ikut serta dalam kegiatan lokakarya tersebut.

“Untuk Kota Jayapura, kita berencana untuk mengajukan kepada Pempus itu sekitar 2.000 sambungan rumah di tahun 2018 mendatang. dimana 1.000 sambungan rumah ini akan kita alokasikan untuk wilayah Kota Jayapura dan 1.000 untuk wilayah Kabupaten Jayapura. Pempus akan mengubah secara tunai satuan rumah itu sebesar tiga juta rupiah sehingga ekuivalen jika 1.000 rumah berarti sekitar tiga milyar rupiah dan nanti akan dijadikan sebagai penyertaan modal daerah,” papar Sutisna.

Selain itu, ia memaparkan saat ini pihaknya sedang menyelesaiakan program hibah air minum perkotaan dan untuk tahun 2017 ini, pihaknya masih berkonsentrasi ke wilayah kabupaten, dari 1.000 yang pihaknya usulkan untuk tahun 2017 itu. Diakuinya, sudah ada 740 yang telah disetujui dan sekarang dalam taraf verifikasi.

“Tentunya dengan kehadiran bapak Wali Kota Jayapura merupakan salah satu hal yang sangat menggembirakan, karena ternyata kita di wilayah timur untuk program nasional ini dalam rangka mengakses masyarakat Jayapura untuk memperoleh layanan air minum,” cetusnya. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)