Peserta pelatihan dari Masyarakat Port Numbay di Hotel Yasmin. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Pariwisata menggelar kegiatan peningkatan kapasitas usaha masyarakat bidang pariwisata yaitu pelatihan pembuatan souvenir wisata bagi masyarakat pengelola wisata di Kota Jayapura Tahun Anggaran 2017.

 

Dengan target peserta berasal dari penghuni Teluk Humboltd, yakni Kampung Enggros, Tobati, Kayu Batu dan Kayu Pulau.

Kegiatan pelatihan yang akan berlangsung pada 24 sampai dengan 27 Oktober 2017, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Jayapura yang ditandai dengan penabuhan tifa dan penyamatan kartu tanda peserta, bertempat di Hotel Yasmin Jayapura, Selasa (24/10/2017) kemarin.

Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Rasmus D. Siahaya, SH. MH mengawali sambutannya mengatakan seluruh penyelengaraan pembangunan yang dikerahkan ialah untuk mencapai visi Pemkot Jayapura yaitu terwujudnya Kota Jayapura yang beriman, maju, mandiri, sejahtera, dan modern berbasis kearifan lokal.

Sekda Kota dan Kepala Dinas Pariwisata, saat  Foto Bersama para peserta pelatihan. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

“Sebagaimana kita ketahui bersama Kota Jayapura tidak memiliki sumber daya alam yang bisa memberikan masukan dan pendapatan untuk kepentingan pembangunan sehingga Kota Jayapura harus ditata sedemikian rupa, supaya menjadi menarik bagi banyak orang karena dalam kerangka pendapatan daerah itu adalah sektor usaha jasa dan perdagangan,” jelasnya.

Oleh karena itu, dipaparkannya semua sektor yang mendorong kegiatan perdagangan dan jasa itu  harus diusahakan supaya bergerak secara bersama dalam kerangka menarik berbagai kepentingan-kepentingan dari luar untuk mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Jayapura.

“Salah satu dari sekian banyak sektor yang mendorong perdagangan dan jasa adalah sektor pariwisata, apalagi Kota Jayapura terkenal sebagai kota eksklusif yang begitu indah dan memiliki tempat wisata yang menarik bagi setiap orang untuk datang menikmati destinasi keindahan kota ini,” pungkas Siahaya.

Oleh sebab itu, Siahaya berharap, Dinas Pariwisata Kota Jayapura harus mampu berkreasi dan berinovasi untuk menata destinasi wisata dengan baik agar mempunyai daya tarik yang kuat untuk didatangi oleh wisatawan dalam negeri maupun manca negara.

Bukan hanya itu saja, Siahaya juga meminta, agar pengelola destinasi pariwisata juga harus mampu menciptakan souvenir atau cenderamata sehingga para pengunjung yang datang bisa membawa pulang hasil karya anak negeri Port Numbay.

“Dalam kerangka itulah pelatihan ini dibuat, oleh karena itu saya mengharapkan kepada semua peserta pelatihan agar ikutilah kegiatan ini dengan baik supaya dari apa yang diberikan dapat bermanfaat. Dan juga sesudah mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mendesain sebuah cenderamata yang menarik dan berkualitas dan juga bernilai ekonomi untuk bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” bebernya.

Penyamatan Tanda Peserta oleh Sekda Kota Jayapura. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Rambunim, SH. Menambahkan, maksud kegiatan pelatihan itu digelar adalah untuk meningkatkan pemahamaan ketrampilan masyarakat dalam membuat kerajinan tangan atau souvenir wisata khususnya dari bahan kulit kerang.

Lanjutnya yang bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Port Numbay khususnya pengelola wisata pantai dan lainnya.

Selain itu, menciptakan kemandirian, kesejahteraan berbasis kearifan lokal sesuai dengan Visi dan Misi Wali Kota Jayapura. Serta menjadikan wadah ini dalam rangka memotivasi kreatifitas masyarakat pengelola wisata guna menggali dan mengembangkan kearifan lokal yang ada disekitar masyarakat.

“Sehingga mereka tidak saja duduk-duduk sambil menjaga pondok-pondok mereka tetapi melalui pelatihan ini mereka akan menyibukkan diri dengan membuat hiasan kerajinan tangan dari bahan-bahan sisa hasil laut yang ada disekitar mereka,” terangnya.

Dan pihaknya berharap melalui pelatihan ini peserta akan memulai mengembangkan diri dan berusaha untuk hidup mandiri, dan akan berdampak pada kesejahteraan dan peningkatan ekonomi keluarga. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)