Operasi Yustisi III Bersifat Imbauan Agar Masyarakat Miliki KTP – el

49
Merlan Uloli
Kepala Dispendukcapil Kota Jayapura, Merlan S. Uloli., saat dikonfirmasi media diruang kerjanya. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Guna menertibkan 88.684 jiwa orang warga di Kota Jayapura yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP el), Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Jayapura melakukan operasi yustisi KTP –  el ke III, yang dipusatkan di Gor Waringin Kotaraja, Rabu (25/10/2017).

Kepala Dispendukcapil Kota Jayapura, Merlan S. Uloli.,  saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya di Gedung Otonom Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (24/10) kemarin, mengungkapkan pihaknya telah menetapkan pelaksanaan operasi yustisi KTP el di tahun 2017 akan dilakukan sebanyak empat kali.

“Pelaksanaan operasi yustisi III dijalan raya  GOR Waringin Kotaraja dan operasi yustisi ke IV akan dilakukan di Rumah Kos di Distrik Jayapura Utara atau Distrik Abepura, kita akan ambil sampel, dan kita akan lihat di data base kita mana yang tertinggi yang belum memiliki e-KTP, sasaran kita disitu,” jelas Merlan.

Warga Saat Pemeriksaan KTP di GOR Waringin. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Disinggungnya, razia yustisi ini bersifat imbauan kepada masyarakat yang belum memiliki KTP –  el,  agar segera melakukan perekaman untuk mendapatkan KTP el.

Sehingga diharapkannya melalui razia operasi yustisi III yang digelar hari ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk wajib mempunyai KTP el. Dan bagi warga kota yang belum memilikinya, dapat melakukan perekaman di kantor distrik terdekat.

Pelayanan kependudukan di Dispendukcapil di Kantor Walikota Jayapura di Entrop. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

Di tambahkan Merlan, dari data yang dimilikinya, 88.684 warga yang belum melakukan perekaman KTP el, juga sudah termasuk jumlah warga yang memiliki data ganda baik KTP el atau Nomor Induk Keluarga (NIK) ganda, artinya satu orang yang sama bisa memiliki tiga NIK dengan singkatan nama yang berbeda.

Oleh sebab itu, pihaknya terus berusaha untuk melakukan pelayanan perekaman KTP el bagi warga Kota Jayapura, untuk menertibkan dan menghapuskan data ganda tersebut secara bertahap.

“Kami antusias sekali pada akhir Desember 2017, semua penduduk Kota Jayapura sudah terekam dan memiliki KTP el,” pungkasnya. (Elsye Sanyi  /Koran Harian Pagi Papua)