Menteri Susi Puji Kearifan Lokal Masyarakat Pulau Hatta ‘Buka Sasi Kerang Lola’, 

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri prosesi ‘Buka Sasi Kerang Lola’ di Pulau Hatta, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Senin (23/4). Langsung memegang kerang dengan menyelam mengambilnya dalam laut. (istimewa)

BANDA NEIRA (LINTAS PAPUA)  –  Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menghadiri prosesi ‘Buka Sasi Kerang Lola’ di Pulau Hatta, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Senin (23/4). Prosesi ‘Buka Sasi Kerang Lola’ ini ditandai dengan penaburan bunga oleh Menteri Susi yang telah disiapkan masyarakat adat.

‘Sasi’ adalah sebuah sistem larangan mengambil sumber daya alam dalam jangka waktu tertentu. Warga Pulau Hatta sejak bertahun-tahun lamanya telah memberlakukan ‘Sasi’ untuk beberapa sumber daya laut, misalnya Lobster, Teripang, Siput Batu Laga, utamanya Kerang Lola. Sasi ini dilakukan untuk menjaga biota laut yang bernilai ekonomi tinggi agar tidak punah.

Menteri Susi mengapresiasi kearifan lokal ‘Sasi’ ini dan kepatuhan masyarakat sekitar dalam pelaksanaannya. “Ini kearifan yang luar biasa. Apalagi doanya untuk lebih meningkatkan hasil. Ini orang di luar sana, yang lebih maju (harus) belajar dari Bapak-bapak. Kita yang lebih maju justru lebih serakah. Kita harus belajar dari Bapak-bapak bahwa ‘Sasi’, pembatasan itu untuk meningkatkan hasil. Ini yang sedang saya coba untuk promosikan bahwa menjaga kelestarian adalah menambah peningkatan hasil bagi masyarakat,” ungkap Menteri Susi.

Menurutnya, kearifan lokal ini merupakan satu upaya menjaga mutu dan populasi sumber daya hayati. “Jadi ‘Sasi’ adalah upaya penyetopan penangkapan untuk tujuan menjaga populasi sumber daya alam tetap tersedia, untuk memenuhi kebutuhan anak-cucu sekaligus untuk meningkatan pendapatan masyarakat di masa mendatang,” lanjutnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri prosesi ‘Buka Sasi Kerang Lola’ di Pulau Hatta, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Senin (23/4). (istimewa)

Prosesi ‘Sasi Kerang Lola’ yang diresmikan hari itu akan terus diakhiri pada Oktober 2019 mendatang.
Setelah prosesi ‘Buka Sasi Kerang Lola’, Menteri Susi melanjutkan perjalanan ke pesisir pantai Pulau Hatta untuk melakukan panen Kerang Lola. Panen dilakukan pada saat Buka Sasi selama 6 hari setelah diberlakukan sasi selama 2 tahun terakhir. Menteri Susi bersama-sama masyarakat dengan antusias melompat dan menyelam untuk memanen makanan laut berdiameter 10-15 cm tersebut.

Sebelum prosesi Buka Sasi dan panen Kerang Lola, Menteri Susi didampingi Gubernur Maluku Said Assagaff, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Deden Juhara, Sekretaris Daerah (Sekda) Hamin Bin Thahir, Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury, dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan mengikuti prosesi ritual adat di Rumat Adat Negeri Pulau Hatta.

Menyaksikan kekayaan sumber daya perikanan di Laut Banda, terutama di Pulau Hatta, Menteri Susi menyatakan kekagumannya. Menurutnya, Pulau Hatta berpotensi menjadi salah satu objek wisata selam terbaik dengan pasir putih halus yang dimilikinya. (*)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...