Kawasan Teluk Bintuni Masuk Proyek Prioritas Nasional

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pemerintah pusat telah memasukkan Kabupaten Teluk Bintuni sebagai proyek prioritas percepatan pembangunan sesuai hasil revisi terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang perubahan atas Perpres 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, Minggu (22/10/2017).

Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam mengatakan usulan Teluk Bintuni menjadi kawasan pembangunannya masuk dalam proyek percepatan pemerintah sudah dibawa ke Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Ini lagi diproses, harus melibatkan KPPIP dan di bawah Kemenko Perekonomian” kata Khayam, yang dikutip dari riaknews.com

Muhammad Khayam pun menjelaskan Teluk Bintuni sangat cocok dijadikan sebagian kawasannya sebagai prioritas pemerintah yang dipercepat pengerjaannya karena di sana dekat dengan sumber energi sehingga akan menciptakan multiplayer efek yang berganda.

“Itu cuma satu pabrik kan, nanti dibawahnya intermediate-nya tumbuh ada sekitar 200 pabrik dan industri hulu bisa 6000 pabrik, dari satu ranting itu jadi multiplayer itu satu pabrik sehingga akan menghasilkan tingkatan supply chain banyak sekali” jelas Khayam.

“Kemudahannya dikover pemerintah, bentuknya bernama PPP atau Public Private Partnership, jadi kerjasama swasta dengan pemerintah” ujarnya.

Untuk diketahui, kawasan industri Kabupaten Teluk Bintuni sebelumnya sudah tercatat menjadi salah satu proyek strategis nasional di Provinsi Papua Barat,serta kawasan ini terletak di Desa Onar Baru Distrik Sumuri dengan luas lahan kurang lebih 2.112 Ha serta industri ini akan dikembangkan berbasis pupuk dan petrokimia dengan nilai investasi Rp 31,4 triliun. (*)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...