HUT Kebangkitan Masyarakat Adat, Pemprov Beri Apresiasi Kepada Pemkab Jayapura

0
36
Suasana Kegiatan
Doren Wakerkwa (tengah) saat memukul tifa bersama Forkopimda Kabupaten Jayapura. (Jenggo / LintasPapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  – Hari Ulang Tahun (HUT)  Kebangkitan Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura yang ke  – IV (empat) kembali diperingati pada tanggal 24 Oktober di lapangan upacara gunung merah Sentani, Selasa (24/10/2017).

Yang dihadiri oleh Masyarakat di 9 (sembilan) Dewan Adat Suku di kabupaten Jayapura. Dan dibuka secara resmi oleh Doren Wakerkwa Asisten Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekda Papua, Sekda Provinsi Papua mewakili gubernur provinsi Papua.

Dalam sambutannya, Doren menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Jayapura dimana telah mencanangkan program kampung adat sebagai wujud pengembalian jati diri orang Papua.

“ Saya atas mewakili Gubernur Papua mengapresiasi kebijakan Bupati Jayapura dalam 5 (lima) tahun ini telah mengangkat adat dan jati diri orang Papua.” ucapnya.

Menurutnya, kabupaten Jayapura sebagai contoh untuk kabupaten lainnya di Papua secara khusus Tabi. “saya harap kabupaten lainnya di Papua, harus bicara adat untuk memproteksi hak-hak orang asli Papua” terangnya.

Sementara itu, Dalam kegiatan tersebut Doren Wakerkwa sekaligus  mewakili pemerintah menyerahkan sertifikat komunal kepada pemerintah kabupaten Jayapura yang diterima langsung oleh Kepala Badan Pertanahan.

Suasana Kegiatan HUT  Kebangkitan Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura yang ke  – IV (empat) kembali diperingati pada tanggal 24 Oktober di lapangan upacara gunung merah Sentani, Selasa (24/10/2017). (Jenggo / LintasPapua.com)

Dalam sambutan terakhirnya, Doren menyampaikan apresiasi dari gubernur kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura karena telah membuat perda pelarangan minuman keras.

.“Gubernur menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jayapura. karena telah membuat perda Miras. Ini menindak lanjuti Perdasi Provinsi Papua nomor 15 tahun 2013 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Keras. “Karena minuman keras adalah salah satu penyebab kematian anak-anak adat,”.  Imbuhnya. (Jenggo /LintasPapua.com)