Ajak Semua Peduli, Lukas Enembe Berpelukan Dengan Masyarakat Korowai

0
236
Gubernur Papua Lukas Enembe saat bertemu masyarakat suku Korowai, beberapa waktu lalu. (istimewa)
Gubernur Papua, Lukas Enembe saat bertemu masyarakat suku Korowai, tampak sukacita dan saling berpelukan dengan senyuman. (istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)Pemerintah Provinsi Papua menginstruksikan kepala daerah terdekat untuk memberi perhatian khusus bagi masyarakat Korowai. Perhatian itu, baik dalam bidang pelayanan kesehatan maupun pendidikan.

Menurut Gubernur Papua, Lukas Enembe, bahwa masyarakat Korowai sangat membutuhkan sentuhan pelayanan pembangunan sesegera mungkin. Dengan demikian lima pemerintah kabupaten terdekat diminta memberikan andil dalam pembangunan di Korowai.

“Saya bahkan sudah mendengarkan aspirasi masyarakat Korowai secara langsung. Mereka memang sangat membutuhkan sentuhan pembangungan”. “Karenanya, dalam kunjungan kerja ke Korowai kita selain menyerahkan bantuan kepada masyarakat, turut menyediakan bantuan sarana pra sarana sekolah Yayasan Lentera. Lembaga pendidikan ini baru sebulan berada di Korowai Batu. Harapannya dengan bantuan ini, pelayanan bidang pendidikan lebih maksimal,” terang Lukas dalam rilis yang diterima harian ini, kemarin.

Sebelumnya, Gubernur didampingI Asisten Bidang Umum Setda Papua, Elysa Auri bersama Forkompimda Papua serta Kepala SKPD mengunjungi Korowai. Dalam kunjungan itu, Gubernur juga melepas Tim Kesehatan "Save Korowai" yang bakal mendata status kesehatan masyarakat Karowai. Tim ini juga akan melakukan pengobatan kesehatan masyarakat maupun pemberian makanan tambahan bagi ibu dan bayi.

Tim tersebut juga akan mendata penyakit yang kerap diidap masyarakat Korowai, sekaligus mengedukasi dan melakukan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat setempat, agar dapat terhindari penyakit yang dapat berakibat fatal.

Seorang Warga Suku Korowai, saat menuruni pohon dari rumahnya diketinggian (Istimewa)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giay mengatakan, tim save Korowai ini akan mem-backup serta menutupi kekurangan pemerintah kabupaten dalam pelayanan kesehatan di kampung-kampung.

Melalui program ini diharapkan, dapat meletakkan pondasi pelayanan kesehatan di 2018 hingga 2020 mendatang. “Dengan demikian diharapkan masalah kesehatan di Korowai kedepan bisa ditangani secara maksimal. Kemudian masalah Suku Korowai dengan stigma suku terasing, bisa pelan-pelan hilang dan menjadi maju,” pungkasnya.(win/Koran Harian Pagi Papua)