John Wempi Wetipo Dikukuhkan Jadi Anak Adat Yapen

0
12
John Wempi Wetipo
Bakal Calon Gubernur Papua periode 2018-2023, John Wempi Wetipo mengaku bersyukur dan tidak menyangka dalam lawatannya ke Saireri dirinya dikukuhkan menjadi anak adat Yapen. (ISTIMEWA)

SERUI (LINTAS PAPUA)  – Bertempat di rumah adat suku Yewonda Kampung Turu, bakal calon Gubernur Papua John Wempi Wetipo dikukuhkan sebagai anak adat tujuh suku di Kabupaten Yapen, Minggu (22/10/2017)

Pengukuhan diawali dengan prosesi penyambutan secara adat di Dermaga Turu  dan diarak didalam Kampung Turu, selanjutnya calon Gubernur Papua John Wempi Wetipo dibasuh muka dan  dibari topi cenderawasih dan noken sebagai pengukuhan JWW sebagi anak adat Yapen.

Kepada wartawan Ketua LMA Yapen yang juga kepala suku Yewonda David Barengkea menuturkan,  pengukuhan sebagai anak Yapen sebagai bentuk kepercayaan tujuh suku kepada John Wempi Wetipo untuk menjaga dan mengelola dusun demi kesejahteraan rakyat.

“Hari ini kami tujuh suku memberikan kepercayaan kepada Wempi Wetipo untuk mengelola dusun kami dan menjaga masyarakat kami,”tutur David.

Lanjut David,  bahwa Wempi Wetipo telah di angkat menjadi anak adat tujuh suku di Yapen, sehingga sebagai orang tua patut memberikan nasihat dan motivasi bagi anak kami ini untuk mencapai cita-cita yang di inginkan.

“Wempi Wetipo anak adat, sehingga kita sangat percaya padanya, kadang   ada anak Papua yang jadi pemimpin lupa akan adat,”kata David lagi.

Bagi kami orang Yapen, setiap anak adat yang masuk di rumah adat untuk meminta berkat untuk bertarung pasti menang, dan hari ini Wempi telah masuk dalam rumah adat dan di berkati dan dia pasti menang.

Kita kata David, berharap ketika Wempi menang jangan melupakan masyarakat adat, tetapi bangun dan angkat harkat mereka dari segi pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur yang baik.

Sementara itu, Bakal Calon Gubernur Papua periode 2018-2023, John Wempi Wetipo mengaku bersyukur dan tidak menyangka dalam lawatannya ke Saireri dirinya dikukuhkan menjadi anak adat Yapen.

“Saya tidak menyaka ini bisa terjadi, tetapi bagi saya ini sebuan anugrah dan rencana Tuhan,” tutur Wempi Wetipo

John Wempi Wetipo akui, adat bagian terpenting yang tak bisa di pisahkan dari proses pembangunan yang di jalankan oleh pemerintah, Adat harus di rangkul karena semua yang ada di Papua ini milik adat.

Kita punya alam dan kekayaan yang sangat luar biasa, Tuhan juga menempatkan manusia Papua untuk mengelola alam ini dengan baik, saya sebagai baik dari anak adat di percaya untuk mengelola alam dengan baik demi kesejahteraan masyarakat.

Lanjut Wempi Wetipo untuk memproteksi masyarakat adat, dirinya telah berkomitmen jika terpilih menjadi Gubernur nanti, maka proses pembanguan di Papua akan dilakukan berbasis wilayah adat.

“Wilayah  claserter I wilayah adat Tabi, Claster II  Wilayah adat Ha Anim, Claster III Wilayah adat Lapago, Claster IV wilayah adat Mepago dan Claster V wilayah adat Saireri,” ungkap JWW.

Ketua LMA Yapen yang juga kepala suku Yewonda David Barengkea menuturkan,  pengukuhan sebagai anak Yapen sebagai bentuk kepercayaan tujuh suku kepada John Wempi Wetipo untuk menjaga dan mengelola dusun demi kesejahteraan rakyat. (ISTIMEWA)

Setiap wilayah adat memiliki potensi masing-masing, seperti Saireri ini, potensi terbesar yaitu sektor parawisata dan perikanan. Jika kedua sektor ini dikelola secara baik, maka kesejahteraan masyarakat Saireri akan meningkat.

“Kita bangun pusat pelelangan ikan terbesar di Biak, disitu kita berdayakan masyarakat Seiresi untuk menangkap ikan dengan alat sudah modern, dan jual ke situ, selanjut di eksport,” papar wempi wetipo.

Selain perikanan tangkap, kawasan teluk Yapen berpotensi untuk perikanan budidaya, selin itu juga sektor parawisata. Jika dikelola secara baik maka masyarakat Saereri akan hidup lebih sejahtera.

Diakhir acara penguhukuhan JWW selaku anak Yapen, masyarakat pegunungan tengah yang ada di Yapen juga  mengucapkan terima kasih secara adat kepada para kelapa suku dengan memberi babi dan uang kepada tujuh kepala suku di Yapen. (*)