Inilah Sidang Perdana Bupati Thomas Ondi Terkait Dugaan Korupsi Rp 84 Miliar

0
249
Bupati Kabupaten Biak Numfor, Thomas Alva Edison Ondi, saat mendatangi Polda Papua. (Humas Polda Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Kepala Badan Keuangan Kabupaten Mamberamo Raya ,Thomas Ondi yang diperkirakan mencapai Rp 84 miliar mulai disidangkan, Senin (23/10/2017) siang di Pengadilan Negeri Jayapura.

Dari pantauan Harian Pagi Papua, sidang dengan agenda pembacaan dakwaan kepada terdakwa mendapatkan pengawalan ketat oleh aparat keamanan, serta dihadiri ratusan massa pendukung Thomas Ondi yang kini menajabat sebagai Bupati Biak Numfor itu.

Sidang perkara tersebut dipimpin ketua majelis hakim Prayitno Iman Santosa, dibantu dua hakim anggota yakni
Maria Sitanggang dan Bernard Sitanggang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sutrisno Mardi Utomo mengatakan,  ini merupakan sidang perdana yakni pembacaan surat dakwaan kasus korupsi dan tindak pencucian uang sehingga dakwaanya kumulatif serta merugikan negara sekitar Rp84 miliar.

Lanjut Sutrisno yang kemarin didampingi dua JPU lainnya yaitu Yusak Ayomi dan Meylani, bahwa dalam sidang itu Tim Penasehat Hukum terdakwa meminta pengalihan tahanan kepada majelis hakim mengingat terdakwa sedang dalam kondisi sakit, sehingga sidang sempat diskors untuk majelis hakim mengambil sikap dan mengeluarkan penetapan bagi JPU untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada terdakwa di dua rumah sakit.

“Jadi nanti di sidang berikutnya, rencana Jumat besok diupayakan untuk menghadirkan langsung dokter karena majelis hakim ingin mendengarkan keterangan pihak dokter apakah benar yang disampaikan terdakwa dan penasehat hukumnya maupun masa pendukungnya yang meminta agar terdakwa dialihkan karena kondisnya yang sedang sakit,” ungkap Sutrisno.

Apabila terdakwa terbukti dalam kondisi sakit, menurut Sutrisno, Majelis Hakim mengambil keputusan terkait kondisi kesehatan terdakwa.

Suasana Persidangan (istimewa)


“Sekarang keputusan ada pada majelis hakim. Kami (JPU) berkewajiban membuktikan dakwaan kami bahwa terdakwa melakukan tindak pidana korupsi APBD Kabupaten Mamberamo Raya semasa beliau menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan, dan itu yang akan kami buktikan dalam tuntutan. Untuk masalah penahanan sudah menjadi kewenangan majelis hakim,” katanya.

Sementara Penasehat Hukum dari Thomas Ondi, Mara Johan Panggabean menanggapi sidang perdana kliennya pada Senin kemarin, baru sebatas dugaan dan kebenarannya akan diperiksa di persidangan.

“Karena nanti kan ada alat-alat bukti baik keterangan saksi maupun surat-surat dan berdasarkan itu kita bisa menentukan apakah terdakwa bersalah atau tidak,” kata Mara usai sidang.

Sepanjang ini pihaknya belum bisa mengatakan apapun, karena belum ada keputusan yang menyatakan kesalahan kliennya tersebut.

“Jadi kita jalanin persidangan ini saja sampai nanti selesai, ya kira-kira begitu,” sebutnya.

Mara juga membenarkan, bahwa kondisi kliennya tersebut dalam kondisi tidak sehat. Ditegaskan Mara, secara faktual klien itu memang sedang sakit mulai dari awal penyidikan tahap II sampai saat ini.

“Jadi di ginjalnya itu ada pemasangan selang yang fungsinya untuk mengeluarkan batu didalam ginjal melalui ureter. Dan itu sudah terpasang tiga bulan. Dan menurut ketentuan itu tidak boleh lebih dari tiga bulan, karena kalau lebih itu akan menimbulkan ekses, makanya sekarang beliau merasakan sangat sakit, karena sudah hampir lima bulan. Dan kondisinya semakin menurun baik semasa di tahanan Polda dan rutan itu perawatannya tidak teratur,” jelasnya.

Atas alasan kondisi kesehatan Thomas Ondi yang menurun itulah, penasehat hukum meminta pengalihan tahanan menjadi tahanan kota sehingga ada ruang bagi kliennya untuk melakukan pengobatan.

“Apalagi pemasangan selang itu dulu kan di Jakarta, di rumah sakit Siloam. Sehingga akan lebih aman dan safety kalau yang mencabutnya adalah dokter yang memasangnya. Itu yang kita minta ke majelis hakim, tapi majelis hakim berpendapat kalau itu harus dikontrol ulang terhadap kondisi kesehatan untuk memastikan secara fisik sejauh mana kesehatan Pak Thomas Ondi. Nanti hari Jumat baru diputuskan perkembangannya,” tutup Mara. (lLea /Koran Harian Pagi Papua)