Bupati dan Walikota Dihimbau Bentuk Tim Kesehatan Bergerak

0
40
Kepala DInas Kesehatan Provinsi Papua
                    Drg. Aloysius Giay, M.Kes

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengimbau bupati dan walikota di Bumi Cenderawasih untuk membentuk tim pelayanan kesehatan bergerak, yang melakukan penanganan dari pintu ke pintu di kampung-kampung.

Hal demikian, untuk menghindari kematian misterius sejumlah warga sebagaimana dilaporkan tokoh agama pada Distrik Samenage, Kabupaten Yahukimo, beberapa waktu lalu.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giay, tim pelayanan kesehatan bergerak ini mesti di bentuk paling lambat 2018 mendatang. “Makanya saya kalau mendapat informasi kejadian
seperti begini tidak kaget. Apalagi jika kabupaten setempat belum punya pelayanan kesehatan bergerak”.

“Artinya apa, begitu ada pelayanan kesehatan bergerak dilakukan ke kampung-kampung, saya lihat ada perubahan terjadi. Seperti di kabupaten yang saat ini sudah miliki pelayanan kesehatan bergerak, yakni Paniai, Yalimo, Lanny Jaya,dan Jayawijaya,” terangnya di Jayapura, kemarin.

Dikatakan, program pelayanan kesehatan bergerak kaki telanjang dan terapung sebagaimana yang telah digagas pemerintah provinsi, sejujurnya merupakan proyek percontohan bagi pemerintah kabupaten dan kota agar menduplikasi (mencontohi,red) program itu. Apalagi saat ini, dana pelayanan kesehatan yang turun di kabupaten mencapai miliaran rupiah. Sementara pemerintah provinsi, hanya bersifat melakukan monitoring, pengawasan dan pengendalian agar dana yang turun ke kabupaten maupun kota, bisa dipergunakan secara tepat sasaran.

 

“Bayangkan dana yang turun ke kabupaten untuk dana Otsus ada sekitar 15 persen yang rata per kabupaten capai Rp.15 mliar. Kemudian, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non fisik mencapai total Rp1,7 triliun, turun di semua kabupaten. Kami di provinsi tidak kelola uang itu”. “Makanya, program pelayanan kesehatan bergerak yang kami jalankan diharapkan bisa ditiru. Sebab
semua dana sudah dikasi ke kabupaten dan kota. Contoh saja untuk Kabupaten Yahukimo dimana pada tahun ini mengelola Rp180 miliar,” ucap dia.

Sementara Aloysius memberi raport merah pada beberapa kabupaten yang dinilai belum maksimal dalam melakukan pelayanan kesehatan. Sejumlah kabupaten tersebut, yakni Yahukimo, Nduga, Pegunungan Bintang, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Deiyai, Dogiyai dan Mamberamo Raya.

“Sungguh-sungguh di sejumlah kabupaten ini mesti harus dilakukan perbaikan pelayanan kesehatan.Karena bila tak ada pembenahan, makan tidak menutup kemungkinan pada sejumlah daerah ini bakal didapati kematian misterius seperti seperti yang dilaporkan di Distrik Semenage, Yahukimo,”
tandasnya. (win/Koran Harian Pagi Papua)