BUMN Kam Stop Cari Untung Saja, Harus Ikut Bangun Kota Jayapura

0
29
Keindahan Teluk Youtefa, tampak Hamadi Tobati dan Holtekamp yang masih dilalui dengan perahu, sehingga akan dibangun jembatan penyeberangan. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka menindak lanjuti Inspeksi Mendadak (Sidak) Wali Kota Jayapura di Taman Mesran Distrik Jayapura Utara, Kamis (12/10) pekan lalu, terkait tembok taluk Taman Mesran yang rusak akibat empat buah kapal yang berlabuh di depan Taman Mesran.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menggelar pertemuan rapat bersama Badan Usaha Milik Negara yakni PT. Pelni Jayapura, PT. Pelindo Jayapura, KSOP, Pemilik Kapal, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Jayapura, diantaranya Dinas Perhubungan, Badan Pendapatan Daerah, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Badan Perizinan Terpadu Satu Pintu.

Adapun rapat tersebut di pimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM, bertempat di ruang rapat Wakil Wali Kota Jayapura Kantor Wali Kota, Jumat 20/12) kemarin.

Menurut Rustan, rapat tersebut dilakukan karena pihaknya ingin mengetahui kepemilikan kapal, siapa yang memberikan ijin kepada kapal-kapal tersebut untuk berlabuh di lokasi itu dan berapa lama kapal itu akan parkir disitu. Dikarenakan selama ini tidak ada kontribusi pajak perizinan dari pemilik kapal kepada Pemkot Jayapura, yang diakuinya belum pernah Pemkot Jayapura mengeluarkan ijin berlabuh ke pemilik kapal tersebut.

“Setelah melalui proses rapat tadi, ditemukan hasil yang pertama, bahwa keempat kapal tersebut adalah milik Pemerintah Provinsi Papua yang sudah ditarik kembali Ke Dirjen Perhubungan Pusat dan tim sudah ke lapangan untuk mengecek langsung, tinggal menunggu keputusan dari Pusat kapan kapal itu bisa ditarik, yaitu Kapal Papua III dan Kapal Papua IV,” ujarnya.

Kemudian, mengenai dua kapal lainnya adalah milik swasta, dimana satu kapal telah memiliki ijin berlabuh sementara dari pihak Sabandar, sedangkan kapal satunya lagi sudah tidak digunakan lagi.

“Berkaitan dengan satu kapal milik swasta yang sudah tidak digunakan lagi yang saat ini masih berlabuh di taman mesran yang mana berada di dalam wilayah Pemkot Jayapura, kita meminta agar Sabandar untuk segera memerintahkan pemilik kapal itu supaya menarik dan memindahkan kapalnya itu. Dan kami memberikan waktu selama satu minggu kedepan untuk segera dipindahkan dari situ,” jelas Rustan. 

Lanjutnya, Rustan mengatakan bahwa Pelindo siap bertanggung jawab untuk segera memperbaiki tembok taluk sebagai penahan air laut yang rusak di depan Taman Mesran. Sehingga Pelindo saat ini hanya menunggu surat perintah dari Sabandar untuk pihaknya mulai melakukan renovasi itu.

Selain itu, Rustan juga meminta agar PT. Pelindo maupun PT. Pelni harus mempunyai peran dalam memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Kota Jayapura, oleh sebab itu ia mengusulkan agar kedua pihak itu untuk segera berkomunikasi dengan Bappenda Kota Jayapura.

Selanjutnya, pihaknya juga meminta PT. Pelni, Pelindo dan KSOP untuk dapat mengambil peran di Kota Jayapura, dicontohkannya seperti membuat taman-taman kota. Dan diakuinya, ketiga pihak ini telah bersedia untuk membuat taman di sekitar wilayah pelabuhan guna menjaga keindahan di Kota Jayapura. (Elsye Sanyi  /Koran Harian Pagi Papua)