Wali Kota BTM Tepati Janjinya, Penangkap Penjambret Diberikan Reward Rp. 25 Juta

0
4
Wali Kota bersama penangkap jambret, korban diruang kerjanya. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)
Wali Kota bersama penangkap jambret, korban diruang kerjanya. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Berhasil menangkap pelaku penjambretan yang terjadi di Jl. Garuda BTN Bawah Distrik Abepura, Minggu sore (14/10) baru-baru ini, seorang pria asal Timur, Wilfridus Bero Mau (33 tahun yang kesehariannya bekerja sebagai supir taksi menghadap Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM di ruang kerjanya di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (19/10/2017) kemarin.

Wilfridus yang didampingi ibunya yanh audah lanjut usia, datang bersama kedua saksi dan seorang wanita bernama Juwita (23 tahun) yang mengaku sebagai korban penjambretan.

Ia mengaku telah berhasil menangkap pelaku penjambretan yang tengah beraksi di Tanah Hitam, Abepura tepatnya di Gang Garuda, BTN Bawah pada Minggu Sore. Dan dikatakannya, kini pelaku penjambretan yaitu BW alias Billy, kini  telah diserahkan kepada pihak berwajid di Polsek Abepura.

Menurutnya, kedatangannya bersama rombongan untuk menghadap Wali Kota Jayapura adalah sesuai dengan sayembara Wali Kota Jayapura yang telah di muat di berbagai media baru-baru ini, tentang Wali Kota Jayapura akan memberikan penghargaan Rp. 25 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku penjambretan secara hidup-hidup di Kota Jayapura. Hal itu dipaparkannya seraya menunjukkan surat kabar yang memuat sayembara tersebut.

Wilfridus menceritakan, saat itu dirinya yang tengah mengendarai motor tertabrak oleh pelaku penjambretan yang mengakibatkan mereka sama-sama terjatuh. Tak lama berselang ia mendengar teriakan ‘jambret’ dari seorang wanita.

“Saya pegang jambret, tak lama kemudian masyarakat muncul. Sempat ada perlawanan, masyarakat ada yang menampar pelaku, yang kemudian diserahkan kepihak yang berwajib,” ujarnya.

Wali Kotasaat berkomunikasi dengan penangkap penjambret. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

Menurutnya, pelaku mengalami luka ringan akibat terjatuh dari sepeda motor saat mwlintasi polisi tidur dengan kecepatan tinggi sehingga ia pun terseret di ruas jalan.

“Saya senang bisa bertemu langsung dengan Wali Kota Jayapura, selain bisa bersalaman dan foto bersama dengan Wali Kota, saya juga mendapatkan respon yang positif dari Bapak Mano,” ujarnya bahagia.

Disinggung soal hadiah, ia mengaku bersyukur jika mendapatkan hadiah dari Wali Kota Jayapura, yang akan dipergunakan untuk memperbaiki motornya yang rusak.

Ditambahkannya, terlepas dari janji Wali Kota Jayapura, pria yang telah menjadi supir selama 14 tahun di Kota Jayapura mengatakan ini sudah menjadi tanggung jawabnya juga sebagai warga kota Jayapura untuk berpartisipasi menjaga keamanan kota.

Sementara itu, usai mendengarkan kesaksian Wilfridus, Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM dengan bangga memberikan apresiasi sikap  warga yang berhasil menangkap jambret hidup-hidup.

Mano memaparkan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura akan memenuhi janjinya, karena hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mempersempit ruang gerak jambret di Kota Jayapura.

Mano mengungkapkan, reward uang tunai Rp. 25 juta bagi penangkap pelaku jambret seperti yang telah dijanjikan bukanlah sekedar janji palsu, namun merupaka janji yang pasti akan ditepati oleh Pemkot Jayapura.

“Jadi Pemkot Jayapura bukan menipu rakyat dengan janji-janji palsu, sekarang buktinya sudah ada warga penangkap penjambret yang datang menemui saya, dan kami Pemkot Jayapura siap membayar uang Rp. 25 juta sesuai janji,” ucap Mano.

Juwita (korban) dan Penangkap Penjambret, Wilfridus saat menunjukan lukanya (Elsye Sanyi)

Dikatakannya, pemerintah hadir untuk melayank dan mengayomi masyarakat. Untuk itu, Pemkot Jayapura akan mempertanggung jawabkan apa yang telah dijanjikan kepada warga.

“Saya berterima kasih kepada Wilfridus yang telah berpartisipasi ikut membantu aparat kepolisian dan Pemkot Jayapura untuk menangkap penjambret di wilayah Kota Jayapura,” ungkapnya.

Menurut  Tomi Mano, sebelum reward Rp. 25 juta diserahkan kepada Wilfridus, Pemkot Jayapura juga akan segera berkoordinasi dengan pihak Polsek Abepura untuk memastikan kebenaran kasus penangkapan jambret tersebut. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)