BKKBN Siapkan PLKB Untuk Generasi Papua Berkualitas

0
4
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) Provinsi Papua, Sarles Brabar SE, M.Si. (Fransisca/LintasPapua.com)
Suasana Kegiatan disalah satu hotel di Abepura. (Fransisca)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  BKKBN mengadakan  pelatihan selama tiga minggu yang telah berlangsung sejak  tanggal 23 september 2017 lalu, diikuti 53 orang Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), guna menyiakan generasi Papua kedepan yang berkualitas.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) Provinsi Papua, Sarles Brabar SE, M.Si, sekaligus menjelaskan, bahwa pihaknya telah mempersiapkan PLKB bekerja mengunakan poin danlaporan kinerja secara online mulai tahun depan.

“Dengan materi penting : empat tema generasi berencana (genre), orang tua hebat(obat),lansia hebat( lagu), ekonomi keluarga(ega) yang akan di ajarkan pada masyarakat. Penyuluh harus mengerti tentang kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga berencana (KKBBK) sesuai dengan undang-undang 52 tahun 2009 untuk membantu masyarakat Papua memiliki keluarga berkualitas,’ ujar Sarles Brabar, saat ditemui daam Pelatihan bertempat di Hotel Grand Talent Kotaraja Jayapura, Kamis(19/10/2017).

 

Kepala badan kependudukan dan keluarga berencana (BKKBN) Provinsi Papua, Sarles Brabar SE, M.Si.,megatakan, baha ada tiga konsep utama yang akan penyuluh lakukan di tahun 2018 nantinya,  yakni untuk merubah pemahaman , dimana selama ini menjadi penyuluh PLKB.

“Dalam hal ini, otonom penyuluh ini kurang mengerti tugas mereka di lapangan, ikut pelatihan dasar umum selama tiga minggu, mereka mengetahui secara umum tugas- tugas penyuluh, nanti tahun 2018 memasukan konsep yang sifatnya kearifan lokal, jadi kita satu bahasa,” jelasnya.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) Provinsi Papua, Sarles Brabar SE, M.Si. (Fransisca/LintasPapua.com)

Dikatakan, Dua anak cukup itu konsep nasional, mimpi nasional, keluarga berkualitas itu, akan tetapi bukan hanya dua anak saja tetapi kita mengharapkan setiap keluarga memahami fungsi keluarganya berkualitas.

“Upaya masyarakat di Papua memahami KB memberi makna bagi penguatan kesehatan, ekonomi, pendidikan seluruhnya berkualitas. diharapkan penyuluh melakukan pencapaian hasil, outputnya harus sesuai target, sistem informas visum kerja dan sistem informasi manajemen manusia,” ungkapnya.

Sementara itu,  Ketua Komisioner Pemberdayaan Masyarakat , Rukman Heriana, MM. menuturkan,  bahwa yang pertama kita mengadakan pelatihan latihan dasar umum (LDU) penyuluh lapangan keluarga berencana PLKB yang baru, ada juga nantinya latihan teknis latihan teknis (LTK),kemudian ada latihan  khusus.

“Kita memberikan pelajaran pertama kependudukan, apa bedanya penduduk dan kependudukan, karena penduduk di Papua itu agak susah, karena di angap masih sedikit penduduknya, belum perlu KB, padahal itu salah pemikiran itu, karena KB itu bukan untuk mengurangi penduduk tidak semata mata menilai KB itu sebagai alat kontrasepsi, tidak! kita mengerem menikah di usia 15 – 20 tahun,” katanya.

Dimana, katanya,  mendewasakan lebih dahulu, Menjadi mama muda itu banyak resikonya, itu bencana bukan rencana, kita membantu masyarakat salurkan ke pendidikan, kreativitas, karya seni, sehingga mereka menikah di usia matang dan bibitnya kuat.

“Bagaimana cara berkomunikasi di Papua berbeda dengan kondisi di Jawa, bagaimana menyusun isi pesan, kita kalau di Papua cari pendidikan di Papua ini masi agak susah, semakin lama semakin ketingalan. Komunikasi program KB di koordinasi dengan pemuka agama, kepala adat, RT,RW, berakhir di individu.progresnya bisa di lihat lebih kurang satu bulan,” ungkapnya.

Sementara, ASN bidang kesehatan BKN RI, Rokhmad S.sos,Di dalam tenaga penyuluh ini ada perubahan tingkat , jadi yang tadinya hanya tingkat cukup di desa dan kecamatan, mereka akan merambah tingkat kabupaten kota dan provinsi.

“Sebagai BKN kami akan menyampaikan ini butir-butir yang akan di sampaikan oleh teman-teman sebagai penyuluh madya, terampil dan sebagainya, ada kegiatan yang harus mereka tampilkan sesuai dengan yang kita sepakati,” tandasnya. (Fransisca  /LintasPapua.com)