Futsal Papua Cari Tim Ke Babak 34 Nasional

0
88
Ketua Bidang Turnamen dan Kompetisi Asosiasi Futsal Provinsi Papua, Daud Arim (Geis Muguri /Koran Harian Pagi Papua)
Ketua Bidang Turnamen dan Kompetisi Asosiasi Futsal Provinsi Papua, Daud Arim (Geis Muguri /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Ketua Bidang Turnamen dan Kompetisi Asosiasi Futsal Provinsi   (AFP) Papua, Daud Arim menginformasikan, babak 34 besar Liga Futsal Indonesia akan digelar minggu kedua bulan November 2017.

“Karena tahun 2016 lalu, kita Papua tidak ikut. Yang mewakili dari Papua Barat, sehingga tahun ini, mau tidak mau, Papua harus ikut,” ungkap Daud Arin kepada awak media  di KONI Papua Selasa (17/10/2017) kemarin.

Papua yang tergabung di Grup C belum semua laksanakan liga futsal, termasuk Papua. Sehingga Ketua dan Sekjen Asosiasi Futsal Indonesia sangat mengharapkan, kalau bisa, Papua segera menggelar liga futsal untuk mencari tim terbaik ke tingkat nasional

 

Dikatakan, pesan dari Pa Ketua bahwa kalau bisa Papua wajib ikut tahun ini. Mantan pelatih Futsal PWI Papua ini mengaku waktu buat menggelar pertandingan tingkat wilayah cukup mepet. Harus kita laksanakan mulai pertengahan Oktober sampai awal November.

“Kita punya waktu bulan Oktober sampai dengan awal November,” urainya. Sehingga  tim yang keluar sebagai juara, tinggal langsung berangkat siap mewakili Papua pada babak 34 besar. Daud menjelaskan ketua FFI Indonesia, Harry Tanoesedibjo atau akrab disapa HT sudah memberikan kemudahan, dimana pada babak 34 besar penyelenggaraan ditanggung masing-masing Provinsi. Setelah babak 8 besar, tim peserta yang lolos semua ditanggung FFI.

“Mulai dari penginapan, makan dan transport langsung ditanggung Federasi Futsal Indonesia. Itu sudah perintah ketua umum,” ujarnya.

“Pa Ketua akan membantu asosiasi futsal provinsi yang selama ini vakum tidak menggelar kejuaraan. Harry Tanoesoedibjo menyampaikan, dirinya siap membantu kepada pemerintah daerah baik seluruh kabupaten/kota maupun provinsi yang mau pasang iklan siap difasilitasi lewat jaringan media yang dikelolanya.

Uang dari hasil pembeyaran iklan ini akan disisihkan kepada daerah yang bersangkutan untuk digunakan mengembangkan futsal. Sebagai contoh misalnya daerah yang ingin pasang iklan mengenai perkembangan pembangunan didaerahnya, biaya yang dibayarkan itu akan disetor lagi ke klub atau  kabupaten /kota dan provinsi.

“Ini salah satu terobosan yang coba dibangun Hary Tanoesoedibjo dalam memacu  sekaligus mendekatkan olahraga futsal bagi semua lapisan masyarakat Indonesia,”  ujarnya.

Hary Tanoesoedibjo adalah pemilik jaringan media dibawah bendera MNC Grup. Seperti yang kita kenal di Indonesia sejumlah stasiun televisi yang dikelola diantaranya  RCTI, MNCTV, GTV dan lain-lain. (Geis Muguri  /Koran Harian Pagi Papua)