Gubernur Menilai Kericuhan di Depdagri Permalukan Rakyat  Papua

0
3
Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH. (Erwin)
Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH. (Erwin)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA  ) –  Gubernur Papua Lukas Enembe menilai,  kericuhan yang terjadi di Departemen Dalam Negeri (Depdagri), dinilai sangat mempermalukan seluruh masyarakat Bumi Cenderawasih.

“Makanya hal ini tidak boleh (terjadi lagi). Sebab kalian sudah bikin malu negara ini.Ini tidak boleh (terjadi lagi),” seru Gubernur Lukas di Jayapura, Senin (16/10/2017) kemarin.

 

Sebab bagaimana mungkin, Depdagri yang diibaratkan sebagai honai pemerintah, dihancurkan oleh kelompok maupun oknum yang tak bertanggung jawab.

“Bayangkan, (akibat perbuatan) orang-orang tidak bertanggung jawab ini, orang Papua (secara keseluruhan) bisa ditertawakan”.

Sementara akibat keributan itu juga, lanjut Lukas, seorang stafnya yang diutus untuk mengurus sejumlah dokumen maupun berkas dalam urusan pemerintahan terkena imbas.

“Sudah (staf saya) tidak bisa masuk ke Depdagri, pun kena ancam. Apa kalian sengaja lakukan itu, saya tidak mengerti (keributan itu bisa terjadi),” keluhnya.

Karenanya, ia berharap dengan kejadian itu, masyarakat Papua secara keseluruhan bisa belajar berdemokrasi secara lebih baik lagi di masa mendatang.

“Masyarakat Papua harus kembali bisa menunjukan yang terbaik bagi bangsa ini,” katanya.

“Wajib mengembalikan kepercayaan pemerintah pusat terhadap seluruh masyarakat Papua yang kini sudah hilang. Sehingga kedepan, masyarakat Papua bisa kembali diterima saat berunjuk rasa di kantor-kantor kementerian di Jakarta,” harapnya.

Sebelumnya, pada Rabu (11/10/2017), sekelompok pendukung Calon Bupati Tolikara John Tabo dan Barnabas Weya, menyerang kantor Kemendagri.Seorang petugas keamanan setempat, mesti dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami cidera.

Sejumlah kaca mobil dan bus dilaporkan rusak, berikut salah satu kamera media massa.

Sekda Papua Hery Dosinaen menyayangkan hal itu. Ia berharap kejadian serupa tak terulang dan seluruh masyarakat di Tolikara dapat bersatu kembali membangun kabupaten, lima tahun kedepa menuju ke arah yang lebih baik lagi. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)